JawaPos.com - Di media sosial belakangan ini ramai membicarakan kelakuan-kelakuan aneh masyarakat India. Mulai dari cara makan dan jajanan lokalnya yang dinilai jorok, serta kelakuan unik lainnya. Di media sosial, terutama di Instagram atau TikTok, kata vrindavan, prindapan atau prindapan
kerap digunakan sebagai respons netizen Indonesia terhadap kelakuan warga India yang unik dan lucu.
Paling baru ada kejadian unik, aneh bin ajaib dan bisa dibilang agak diluar nalar, seorang pria warga negara India berusia 31 tahun menghadapi keadaan darurat medis yang mengancam jiwanya setelah ia memasukkan belut hidup ke dalam anusnya.
Kejadian yang bikin geger warga disana itu menyebabkan nyeri perut yang parah dan memerlukan penanganan segera dari tenaga medis, sehingga ia dibawa ke Rumah Sakit Viet Duc di Hanoi. Belut tersebut, yang panjangnya sekitar 65 cm dan lingkarnya 10 cm, ditemukan di dalam rongga perut pasien setelah serangkaian tes diagnostik dan rontgen.
Dilansir dari Free Press Journal India, pasien datang ke unit gawat darurat rumah sakit dengan nyeri perut yang hebat. Pemeriksaan awal, termasuk rontgen dan USG, menunjukkan adanya objek radiopak di rongga perut.
Gambar sinar-X menunjukkan bahwa ada objek asing besar yang terletak horizontal dari kiri ke kanan. Dr. Le Nhat Huy, wakil direktur Pusat Bedah Kolorektal dan Dasar Panggul, menjelaskan bahwa rumah sakit segera mengumpulkan tim ahli endoskopi dan ahli anestesi untuk melakukan kolonoskopi guna mencoba mengeluarkan belut melalui anus.
Kolonoskopi tidak berhasil mengangkat belut tersebut dan kondisi pasien memburuk dengan rasa sakit yang semakin parah. Hal ini menyebabkan keputusan mendesak untuk operasi perut terbuka.
Saat membuka perut, tim medis menemukan belut hidup di dalamnya, yang telah menyebabkan kerusakan signifikan dengan menggigit rektum dan usus besar pasien. Selain itu, ditemukan juga lemon di dalam rektum. Tim bedah mengangkat belut dan lemon, lalu mengatasi kerusakan dengan menjahit perforasi di rektum dan usus besar.
Karena kontaminasi yang disebabkan oleh kotoran dan risiko infeksi, para dokter memutuskan untuk melakukan kolostomi. Prosedur ini diperlukan untuk mengalihkan kotoran dari area yang baru dijahit dan untuk mencegah potensi komplikasi.
Tim medis menekankan bahwa kemampuan belut untuk bertahan hidup dalam kondisi anaerobik dan kapasitasnya untuk menggigit saluran pencernaan membuat situasi tersebut menjadi sangat berbahaya.
Dr. Huy memperingatkan agar tidak menggunakan hewan hidup atau benda lain yang dimasukkan melalui anus untuk mendapatkan sensasi yang intens. Ia menyoroti bahwa praktik semacam itu dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan tidak terduga.
Rumah Sakit Viet Duc sebelumnya telah menangani kasus yang melibatkan berbagai benda asing, seperti gelas kaca dan mainan seks, tetapi insiden ini belum pernah terjadi sebelumnya karena melibatkan hewan hidup.