Kamala Harris (recordnet)
JawaPos.com- Baru-baru ini, Joe Biden memutuskan untuk mengundurkan diri dari pencalonan presiden Amerika Serikat yang akan diselenggarakan bulan November mendatang.
Seperti diketahui, Joe Biden mengumumkan pengunduran dirinya sebagai bekal calon Presiden AS pada Minggu (21/7).
Dilansir CBS News pada Senin (22/7), ditengah penginduran dirinya, Presiden Amerika Serikat tersebut langsung menyatakan dukungannya kepada wakil presidennya yaitu Kamala Harris.
Walaupun begitu, keputusan tentang siapa yang akan menjadi calon presiden harus menunggu keputusan Konvensi Nasional Partai Demokrat yang berlangsung pada Senin (19/8) di Chicago.
“Keputusan saya ketika menjadi calon presiden di tahun 2020 adalah memilih Kamala Harris sebagai Wakil Presiden saya dan merupakan pilihan terbaik yang pernah dibuat. Hari ini saya ingin memberikan dukungan saya agar Kamala menjadi calon dari Partai Demokrat dan bersatu mengalahkan Trump," ujarnya.
Tim kampanye Joe Biden juga secara resmi mengganti namanya menjadi Harris for President. Selain itu, para pemimpin tim kampanyenya sudah memberi tahu para anggota staf bahwa saat ini mereka bekerja untuk Kamala Harris.
Dukungan kepada Kamala Harris juga diberikan kepada para politisi elit dari Partai Demokrat. Seperti mantan Presiden Bill Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Berbeda dengan dua orang tersebut, Barack Obama masih belum menyatakan pendapatnya tentang pencalonan diri wanita 59 tahun itu.
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir The New York Times pada Senin (22/7), Kamala Harris mengaku siap memberikan seluruh kemampuannya dalam menyatukan Partai Demokrat dan warga Amerika Serikat untuk mengalahkan Donald Trump.
Hari pemilihan yang tinggal 107 hari, membuatnya ingin berjuang bersama untuk meraih kemenangan.
Kamala Harris juga perlu untuk menentukan wakil presiden secepatnya, sebelum masa kampanye akan dimulai. Beberapa pendapat dari para politisi Partai Demokrat berspekulasi bahwa, dirinya harus memilih seseorang yang berkulit putih untuk menemaninya di Pemilihan Presiden kali ini.
Hal tersebut diyakini menjadi sebuah strategi untuk meningkatkan daya tariknya dan memberikan keseimbangan demografis.
Beberapa kandidat yang menjabat sebagai gubernur juga mulai bermunculan. Seperti Roy Cooper dari North Carolina, Andy Beshear dari Kentucky, Josh Shapiro dari Pennsylvania, serta Tim Walz dari Minnesota.
Selain itu, politisi Demokrat seperti Chuck Schumer yang merupakan pemimpin mayoritas Senat Amerika Serikat dan anggota Kongres Amerika Serikat yaitu Nancy Pelosi justru belum memberikan dukungannya untuk Kamala Harris.
Mereka menginginkan sebuah proses yang lebih kompetitif dan ingin melihat keterampilan politik dari perempuan kelahiran tahun 1964 tersebut.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
