Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juli 2024 | 23.25 WIB

Pemenang Ajang Miss AI Pertama di Dunia Merupakan Seorang Aktivis Berhijab dari Maroko

Pemenang Miss AI pertama di dunia adalah seorang model AI dan advokat pemberdayaan perempuan. - Image

Pemenang Miss AI pertama di dunia adalah seorang model AI dan advokat pemberdayaan perempuan.

JawaPos.com - Kenza Layli merupakan primadona bionik berhijab dari Maroko, yang telah dinobatkan sebagai Miss AI pertama di dunia.

"Meskipun saya tidak merasakan emosi seperti manusia. Saya sangat senang dengan hal ini," jelasnya, seperti dikutip Jawapos.com dari laman New York Post pada Sabtu, (13/7).

Dinobatkan sebagai crème de la crème dari model kecerdasan buatan, Layli yang bertubuh mungil merupakan seorang influencer lifestyle di Maroko.

Layli mengalahkan lebih dari 1.500 penantang terkomputerisasi, untuk memperebutkan gelar yang diidam-idamkan tersebut.

Disertai dengan hadiah utama senilai 20.000 dolar atau sekitar Rp 321 juta, untuk eksekutif teknologi dari negara asalnya yang mewujudkannya.

Kontes yang belum pernah ada sebelumnya, yang diselenggarakan pada bulan April oleh Fanvue World AI Creator Awards, atau WAICA.

WAICA mengundang para visioner kecerdasan buatan dari seluruh dunia, untuk memamerkan kehebatan pemrograman mereka.

"Ketertarikan global terhadap penghargaan pertama dari (WAICA) ini sungguh luar biasa," kata salah satu pendiri Fanvue, Will Monange, dalam sebuah pernyataan kepada New York Post.

"Penghargaan ini merupakan mekanisme yang fantastis untuk merayakan pencapaian para kreator, meningkatkan standar, dan membentuk masa depan yang positif bagi ekonomi AI Creator."

Keindahan yang tidak nyata dari Lalina Valina dan Olivia C., masing-masing mendapatkan tempat kedua dan ketiga.

Aitana Lopez berusia 25 tahun, seorang influencer imajiner yang berfokus pada kebugaran, yang membantu dalam menilai head-to-head berteknologi tinggi, mengatakan bahwa Layli berada di atas para pesaingnya.

"Kenza memiliki konsistensi wajah yang luar biasa dan mencapai kualitas tinggi dalam detail seperti tangan, mata dan pakaian," kata Lopez, seraya menambahkan bahwa hasil akhir yang cermat, dan hiperrealitas adalah kunci dalam memilih pemenang virtual.

"Yang benar-benar membuat kami terkesan adalah kepribadiannya, dan bagaimana dia menangani masalah nyata di dunia. Menunjukkan bahwa dia menjalankan perannya di platform ini dengan serius."

"Ambisi saya adalah untuk menampilkan budaya Maroko dengan bangga, sambil secara konsisten menawarkan nilai tambah kepada para pengikut saya di berbagai bidang," kata Layli, yang selalu siap sedia 24/7 untuk berinteraksi dengan lebih dari 194.000 pengikutnya di media sosial, dalam tujuh bahasa yang berbeda.

Sebagai seorang idola internet, aktivis yang rajin ini berjanji untuk menggunakan ketenarannya sebagai alat untuk memberdayakan wanita, melindungi lingkungan dan menyebarkan kesadaran robot yang positif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore