Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juli 2024 | 23.42 WIB

Presiden Korea Selatan Mendesak Rusia untuk Berpihak pada Mereka dan Bukan Korea Utara

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol. Korea Selatan mengatakan tak akan mengirimkan persenjataan ke Ukraina demi menjaga stabilitas hubungan dengan Rusia. - Image

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol. Korea Selatan mengatakan tak akan mengirimkan persenjataan ke Ukraina demi menjaga stabilitas hubungan dengan Rusia.

JawaPos.com - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, memperingatkan Rusia agar tidak memperdalam kerja sama militer dengan Korea Utara.

Yoon Suk Yeol menekankan, bahwa Rusia harus mengadopsi pendekatan yang 'masuk akal' dalam memilih di antara kedua Korea berdasarkan kepentingannya sendiri, demikian dikutip dari Reuters, pada hari Senin (8/7).

Dia juga menegaskan kembali sikapnya, bahwa keputusan Korea Selatan tentang apakah akan memberikan senjata kepada Ukraina, bergantung pada tindakan dan keputusan Rusia.

Pernyataan Yoon ini muncul menjelang rencana kunjungannya ke Washington, untuk menghadiri KTT Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO).

Dimana ia diperkirakan, akan berbicara tentang meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia dan Korea Utara.

Ketegangan meningkat di Semenanjung Korea, setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian kemitraan strategis, yang komprehensif pada bulan Juni 2024.

Dimana kemitraan tersebut, melibatkan pemberian bantuan pertahanan timbal balik jika salah satu pihak menghadapi serangan bersenjata.

Korea Utara memperbarui dukungannya terhadap perang Rusia melawan Ukraina, dengan mengatakan, "Kami akan selalu berada di sisi tentara Rusia dalam perang keadilan."

"Korea Utara jelas merupakan ancaman bagi masyarakat internasional," kata Yoon dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

"Saya berharap Rusia akan dengan bijaksana memutuskan pihak mana, (Korea Selatan atau Korea Utara) yang lebih penting dan diperlukan untuk kepentingannya sendiri."

"Masa depan hubungan ROK-Rusia sepenuhnya bergantung pada tindakan Rusia," lanjutnya, ROK adalah singkatan dari nama resmi Korea Selatan, Republic of Korea.

Sejak pertemuan Kim dan Putin sebelumnya pada bulan September tahun lalu, Korea Utara diduga telah memasok amunisi dan senjata kepada Rusia.

Pasokan ini konon digunakan dalam konflik Rusia melawan Ukraina, yang ditukar dengan bantuan teknologi untuk program luar angkasa Korea Utara. Kedua negara membantah terlibat dalam kesepakatan semacam itu.

Menanggapi peningkatan hubungan militer antara Rusia dan Korea Utara, Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan kembali sikap, sebelumnya untuk tidak memberikan senjata mematikan kepada Ukraina.

Yoon menegaskan kembali posisi ini, dengan mengatakan bahwa hal itu tergantung pada 'tingkat dan substansi kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara.'

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore