SITUASI SULIT: Seorang bocah perempuan Palestina yang kedua lututnya dibebat perban memegang roti di Deir Al Balah, bagian tengah Jalur Gaza (13/6).
JawaPos.com – Konflik berkepanjangan di Jalur Gaza telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Laporan terbaru mengungkapkan jumlah kematian mencapai puluhan ribu jiwa.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 37.396 orang tewas di Jalur Gaza sejak serangan Hamas dan invasi Israel pada Oktober 2023 hingga 19 Juni 2024.
Walaupun data Kementerian Kesehatan Gaza diragukan oleh pihak berwenang Israel, keakuratan data tersebut tetap diakui oleh badan-badan internasional seperti dinas intelijen Israel, PBB, dan WHO. Pengakuan ini didasarkan pada analisis independen yang membandingkan perubahan jumlah kematian staf UNRWA dengan data Kementerian, sehingga klaim pemalsuan data dianggap tidak berdasar.
Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di The Lancet Journal, Senin (8/7), Kementerian Kesehatan Gaza menghadapi kendala serius dalam pengumpulan data akibat kerusakan infrastruktur yang meluas.
Untuk mengatasi hal ini, Kementerian harus memperkuat sistem pelaporan yang sudah ada. Selain mendata korban meninggal di rumah sakit atau yang ditemukan meninggal, Kementerian juga akan memanfaatkan informasi dari sumber media terpercaya dan petugas lapangan.
Perubahan yang tak terhindarkan ini mengakibatkan kerusakan pada data rinci yang telah dicatat sebelumnya. Akibatnya, Kementerian Kesehatan Gaza kini melaporkan jumlah jenazah yang tidak teridentifikasi secara terpisah dari total kematian. Pada 10 Mei 2024, 30 persen dari 35.091 kematian belum teridentifikasi.
Beberapa pejabat dan lembaga berita meragukan keakuratan data kematian karena adanya perubahan dalam pelaporan. Namun, perubahan ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas data. Jumlah kematian yang dilaporkan kemungkinan lebih rendah dari angka sebenarnya.
Menyelami Angka Korban di Jalur Gaza
Diketahui, Airwars, sebuah organisasi non-pemerintah, sering menemukan bahwa tidak semua korban yang teridentifikasi masuk dalam daftar Kementerian Kesehatan Gaza. Selain itu, PBB memperkirakan bahwa pada 29 Februari 2024, 35 persen bangunan di Jalur Gaza telah hancur, sehingga kemungkinan masih ada lebih dari 10.000 jenazah yang tertimbun di reruntuhan.
Konflik bersenjata tidak hanya menyebabkan kematian langsung akibat kekerasan, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Bahkan jika konflik segera berakhir, kematian tidak langsung akibat penyakit reproduksi, penyakit menular, dan penyakit tidak menular masih akan terus terjadi dalam beberapa bulan dan tahun mendatang.
Jumlah kematian tidak langsung ini diperkirakan akan terus melambung mengingat intensitas konflik yang tinggi, kerusakan infrastruktur kesehatan, kekurangan pangan, air, dan tempat tinggal, sulitnya penduduk mengungsi ke tempat aman, serta berkurangnya pendanaan untuk UNRWA, salah satu organisasi kemanusiaan yang masih aktif di Jalur Gaza.
Pada konflik terakhir, kematian tidak langsung berkisar antara tiga hingga 15 kali jumlah kematian langsung. Dengan mengasumsikan perkiraan konservatif empat kematian tidak langsung per satu kematian langsung, diperkirakan 186.000 atau bahkan lebih banyak kematian bisa terjadi sampai saat ini di Gaza. Menggunakan perkiraan populasi Jalur Gaza tahun 2022 sebesar 2.375.259, ini berarti angka kematian dapat mencapai 7,9 persen dari total populasi di Jalur Gaza.
Laporan pada 7 Februari 2024, saat jumlah korban tewas mencapai 28.000 jiwa, diprediksi bahwa tanpa adanya gencatan senjata, jumlah korban akan terus meningkat. Perkiraan optimis, tanpa adanya wabah penyakit atau peningkatan konflik, memperkirakan korban tewas akan mencapai 58.260 jiwa pada 6 Agustus 2024. Namun, jika terjadi wabah penyakit dan eskalasi konflik, jumlah korban tewas dapat melonjak hingga 85.750 jiwa pada tanggal yang sama.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
