Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juli 2024 | 04.22 WIB

Antara Data dan Realita: Menghitung Angka Korban yang Tewas di Jalur Gaza, Sulit Namun Penting demi Kemanusiaan

SITUASI SULIT: Seorang bocah perempuan Palestina yang kedua lututnya dibebat perban memegang roti di Deir Al Balah, bagian tengah Jalur Gaza (13/6).

JawaPos.com – Konflik berkepanjangan di Jalur Gaza telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Laporan terbaru mengungkapkan jumlah kematian mencapai puluhan ribu jiwa. 

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Gaza mencatat 37.396 orang tewas di Jalur Gaza sejak serangan Hamas dan invasi Israel pada Oktober 2023 hingga 19 Juni 2024.

Walaupun data Kementerian Kesehatan Gaza diragukan oleh pihak berwenang Israel, keakuratan data tersebut tetap diakui oleh badan-badan internasional seperti dinas intelijen Israel, PBB, dan WHO. Pengakuan ini didasarkan pada analisis independen yang membandingkan perubahan jumlah kematian staf UNRWA dengan data Kementerian, sehingga klaim pemalsuan data dianggap tidak berdasar.

Dikutip dari jurnal yang dipublikasikan di The Lancet Journal, Senin (8/7), Kementerian Kesehatan Gaza menghadapi kendala serius dalam pengumpulan data akibat kerusakan infrastruktur yang meluas. 

Untuk mengatasi hal ini, Kementerian harus memperkuat sistem pelaporan yang sudah ada. Selain mendata korban meninggal di rumah sakit atau yang ditemukan meninggal, Kementerian juga akan memanfaatkan informasi dari sumber media terpercaya dan petugas lapangan.

Perubahan yang tak terhindarkan ini mengakibatkan kerusakan pada data rinci yang telah dicatat sebelumnya. Akibatnya, Kementerian Kesehatan Gaza kini melaporkan jumlah jenazah yang tidak teridentifikasi secara terpisah dari total kematian. Pada 10 Mei 2024, 30 persen dari 35.091 kematian belum teridentifikasi.

Beberapa pejabat dan lembaga berita meragukan keakuratan data kematian karena adanya perubahan dalam pelaporan. Namun, perubahan ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas data. Jumlah kematian yang dilaporkan kemungkinan lebih rendah dari angka sebenarnya. 

Menyelami Angka Korban di Jalur Gaza

Diketahui, Airwars, sebuah organisasi non-pemerintah, sering menemukan bahwa tidak semua korban yang teridentifikasi masuk dalam daftar Kementerian Kesehatan Gaza. Selain itu, PBB memperkirakan bahwa pada 29 Februari 2024, 35 persen bangunan di Jalur Gaza telah hancur, sehingga kemungkinan masih ada lebih dari 10.000 jenazah yang tertimbun di reruntuhan.

Konflik bersenjata tidak hanya menyebabkan kematian langsung akibat kekerasan, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Bahkan jika konflik segera berakhir, kematian tidak langsung akibat penyakit reproduksi, penyakit menular, dan penyakit tidak menular masih akan terus terjadi dalam beberapa bulan dan tahun mendatang. 

Jumlah kematian tidak langsung ini diperkirakan akan terus melambung mengingat intensitas konflik yang tinggi, kerusakan infrastruktur kesehatan, kekurangan pangan, air, dan tempat tinggal, sulitnya penduduk mengungsi ke tempat aman, serta berkurangnya pendanaan untuk UNRWA, salah satu organisasi kemanusiaan yang masih aktif di Jalur Gaza. 

Pada konflik terakhir, kematian tidak langsung berkisar antara tiga hingga 15 kali jumlah kematian langsung. Dengan mengasumsikan perkiraan konservatif empat kematian tidak langsung per satu kematian langsung, diperkirakan 186.000 atau bahkan lebih banyak kematian bisa terjadi sampai saat ini di Gaza. Menggunakan perkiraan populasi Jalur Gaza tahun 2022 sebesar 2.375.259, ini berarti angka kematian dapat mencapai 7,9 persen dari total populasi di Jalur Gaza. 

Laporan pada 7 Februari 2024, saat jumlah korban tewas mencapai 28.000 jiwa, diprediksi bahwa tanpa adanya gencatan senjata, jumlah korban akan terus meningkat. Perkiraan optimis, tanpa adanya wabah penyakit atau peningkatan konflik, memperkirakan korban tewas akan mencapai 58.260 jiwa pada 6 Agustus 2024. Namun, jika terjadi wabah penyakit dan eskalasi konflik, jumlah korban tewas dapat melonjak hingga 85.750 jiwa pada tanggal yang sama.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore