
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menegaskan bahwa pangkalan militer AS bukan untuk aksi ofensif dan provokatif.
JawaPos.com - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Senin (10/4) menegaskan bahwa empat lokasi tambahan yang akan digunakan untuk kesepakatan kerja sama peningkatan pertahanan (EDCA) dengan Amerika Serikat tidak akan menjadi titik untuk melancarkan aksi ofensif.
"Filipina tidak akan mengizinkan AS menggunakan pangkalan militer untuk aksi ofensif apapun dan hanya akan menggunakannya ketika Filipina membutuhkan bantuan," kata Marcos dalam sebuah wawancara saat menghadiri acara peringatan Hari Nasional Keberanian ke-81 di Kota Pilar, Provinsi Bataan.
"Apa yang pemerintah sedang lakukan adalah terus berupaya memperkuat kemampuan keamanan kita untuk melindungi teritori republik ini," ucap Presiden Filipina itu.
Pada kesempatan tersebut, Marcos juga mengatakan bahwa lokasi tambahan untuk EDCA akan semakin memperkuat kemitraan antara Filipina dan AS di bidang keamanan yang telah terjalin sejak lama.
Menurut dia, lokasi tambahan itu juga akan memberikan kemudahan bagi AS untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh Filipina.
Mengutip situs Kedutaan Besar AS di Filipina, EDCA diratifikasi pada 2014 yang memungkinkan Filipina dan AS menggelar berbagai latihan militer bersama termasuk dalam operasi kemanusiaan.
Selain itu, EDCA juga memberikan akses kepada AS untuk menggunakan lokasi tertentu sebagai pangkalan militernya atas persetujuan Filipina.
"Semua lokasi baru ini pada dasarnya sudah ada dan beroperasi. Apa yang membedakannya kali ini ialah bahwa EDCA akan memungkinkan AS sebagai sekutu tunggal kita untuk segera datang dan memberikan segala macam bantuan yang dibutuhkan, khususnya dalam hal operasi penanggulangan bencana atau semacamnya," kata Marcos.
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan bahwa Tentara Nasional Filipina telah meninjau sebanyak empat lokasi baru untuk EDCA yang dianggap layak dan dapat saling menguntungkan kedua pihak terutama dalam hal aksi tanggap bencana mengingat empat lokasi tersebut juga akan difungsikan sebagai pangkalan bagi operasi kemanusiaan.
Empat lokasi tersebut yaitu Pangkalan Laut Camilo Osias, Bandara Lal-lo, Kamp Melchor Dela Cruz, serta Pula Isabela dan Balabac.
Penambahan lokasi tersebut terjadi menyusul keputusan Presiden Marcos pada Februari lalu untuk mengizinkan tentara AS beroperasi di empat lokasi baru sebagai tambahan atas 5 lokasi yang selama ini sudah digunakan dalam kesepakatan EDCA.
Selain itu, tentara Filipina dan AS juga berencana untuk menggelar latihan militer gabungan terbesarnya pada April ini.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
