
Peneliti di Amazon telah menemukan spesies ular terbesar di dunia yakni anaconda di hutan Ekuador.
JawaPos.com - Baru-baru ini peneliti di Amazon telah menemukan spesies ular terbesar di dunia yakni anaconda di hutan Ekuador. Dilansir dari ABC, sebuah video yang dibagikan secara daring menunjukkan reptil sepanjang lebih dari 6 meter (20 kaki) ketika salah satu peneliti dan ahli biologi Belanda, Freek Vonk, sedang berenang bersama ular seberat 200 kilogram tersebut.
Berdasarkan perkiraan awal para peneliti, hanya ada satu spesies anaconda hijau di alam liar yakni Eunectes Murinus. Namun, temuan dari jurnal ilmiah Diversity yang terbit bulan ini membeberkan bahwa anaconda hijau utara yang baru ditemukan adalah spesies yang berbeda, yaitu Eunectes Akiyama.
“Apa yang kami lakukan di sana adalah menggunakan anaconda sebagai spesies indikator untuk mengetahui jenis kerusakan yang diakibatkan oleh tumpahan minyak yang menimpa suku Yasumi di Ekuador karena ekstraksi minyak yang di luar kendali,” ujar Bryan Fry, Profesor Biologi Universitas Queensland.
Profesor Fry yang meneliti spesies anaconda di Amerika Selatan selama hampir 20 tahun mengungkapkan penemuan tersebut memungkinkan mereka untuk menunjukkan bahwa kedua spesies tersebut terpisah satu sama lain selama hampir 10 juta tahun yang lalu.
“Namun, hal yang benar-benar menakjubkan adalah meskipun terdapat perbedaan genetik, dan memiliki perbedaan jangka panjang, kedua hewan itu benar-benar identik,” imbuhnya.
Berdasarkan daerah persebarannya, ular anaconda hijau dapat ditemukan di Peru, Bolivia, Guyana Perancis, dan Brasil. Sementara anaconda hijau utara terletak di Ekuador, Kolombia, Venezuela, Trinidad, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis.
Kendati anaconda hijau dan hijau utara memiliki kemiripan secara visual, ada perbedaan genetik sebesar 5,5 persen yang mengejutkan para ilmuwan.
Penelitian Genetika Jenis Anaconda
Dalam tulisannya, Fry mengungkapkan bahwa sangat sedikit penelitian yang dilakukan mengenai genetika dari lima jenis anaconda yang diketahui. Dia menilai proyek jangka panjang ini dibuat untuk membuka teka-teki terhadap ular tersebut.
“Potongan penting dari teka-teki ini berasal dari sampel yang kami temukan pada ekspedisi 2022 lalu ke wilayah Bameno, di Baihua Eri Waorani, hutan Amazon Ekuador. Kami melakukan perjalanan ini atas undangan dan kerjasama dengan pemimpin Waorani, Penti Baihua,” terangnya.
Selain mengidentifikasi genetika dari temuan reptil ini, peneliti juga menemukan bahwa perbedaan kedua spesies tersebut dapat berdampak besar pada upaya konservasi. Pasalnya, masing-masing spesies memiliki relung, wilayah ekologi, serta ancaman yang berbeda.
“Strategi konservasi yang disesuaikan harus dibuat untuk menjaga masa depan kedua spesies,” pungkas Fry.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
