
Ilustrasi: Parade Militer Korea Utara (Korut).
JawaPos.com - Korea Utara (Korut) dikabarkan akan menggelar parade militer. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena dilakukan di tengah diplomatik denuklirisasi yang terhenti. Bahkan menurut para analis, tidak jelas apakah parade militer itu akan menampilkan salah satu rudal balistik terbesar di negara tersebut.
Sebagaimana JawaPos.com lansir dari Reuters. Minggu (2/9), Pyongyang sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah peristiwa besar pada 9 September mendatang. Yaitu Dirgahayu Korea Utara (Korut) yang ke-70 pendirian negara itu. Untuk memeriahkan peringatan tersebut, maka akan diadakan parade militer.
Perhelatan itu kemungkinan akan dihadiri delegasi asing untuk pertama kalinya setelah lima tahun terakhir diadakannya sebuah pertunjukan koreografi besar-besaran yang disebut Game Massa. Parade tersebut telah lama menjadi ajang bagi Korut untuk memamerkan kekuatan militernya .
Perhelatan hari kemerdekaan Korut nantinya akan diselingi dengan pertunjukan koreografi besar-besaran yang dilakukan militer Korut. Pertunjukkan ini biasa disebut Game massa. Selain itu, kemerdekaan Korut nantinya juga akan dikunjungi para delegasi asing untuk pertama kalinya.
Pertunjukan yang diadakan 9 September mendatang ini dihelat di tengah negosiasi sensitif mengenai masa depan rudal balistik nuklir dan balistik negara. Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) telah melaksanakan pertemuan puncaknya di Singapura pada 12 Juni lalu dan membicarakan soal negosiasi denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea.
Namun hingga kini negosiasi tersebut belum menemukan titik terang, bahkan kedua belah pihak semakin mengkritik yang lain karena kurangnya kemajuan. Berdasarkan citra satelit komersial yang dikumpulkan oleh Planet Labs Inc, analis mengatakan bahwa pawai militer kemungkinan akan sangat mirip dengan yang dipentaskan pada 8 Februari lalu.
Namun sejauh ini tidak ada tanda-tanda misil balistik antarbenua kontroversial (ICBM) yang diyakini dapat menargetkan Amerika Serikat. Di antara senjata yang ditemui tim di Middlebury pada 22 Agustus di Lapangan Pelatihan Parade Mirim Korut adalah tank, artileri self-propelled, kapal infantri, rudal anti-pesawat, dan peluncur roket.
“Saat ini, pawai ini terlihat sangat mirip jika tidak lebih kecil dari yang ada di bulan Februari,” kata Direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Institut Studi Internasional Middlebury di California Jeffrey Lewis seperti dilansir Reuters.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
