Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 September 2018 | 06.10 WIB

Rayakan Hari Kemerdekaan, Korut akan Gelar Parade Militer

Ilustrasi: Parade Militer Korea Utara (Korut). - Image

Ilustrasi: Parade Militer Korea Utara (Korut).

JawaPos.com - Korea Utara (Korut) dikabarkan akan menggelar parade militer. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena dilakukan di tengah diplomatik denuklirisasi yang terhenti. Bahkan menurut para analis, tidak jelas apakah parade militer itu akan menampilkan salah satu rudal balistik terbesar di negara tersebut.


Sebagaimana JawaPos.com lansir dari Reuters. Minggu (2/9), Pyongyang sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah peristiwa besar pada 9 September mendatang. Yaitu Dirgahayu Korea Utara (Korut) yang ke-70 pendirian negara itu. Untuk memeriahkan peringatan tersebut, maka akan diadakan parade militer.


Perhelatan itu kemungkinan akan dihadiri delegasi asing untuk pertama kalinya setelah lima tahun terakhir diadakannya sebuah pertunjukan koreografi besar-besaran yang disebut Game Massa. Parade tersebut telah lama menjadi ajang bagi Korut untuk memamerkan kekuatan militernya .


Perhelatan hari kemerdekaan Korut nantinya akan diselingi dengan pertunjukan koreografi besar-besaran yang dilakukan militer Korut. Pertunjukkan ini biasa disebut Game massa. Selain itu, kemerdekaan Korut nantinya juga akan dikunjungi para delegasi asing untuk pertama kalinya.


Pertunjukan yang diadakan 9 September mendatang ini dihelat di tengah negosiasi sensitif mengenai masa depan rudal balistik nuklir dan balistik negara. Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) telah melaksanakan pertemuan puncaknya di Singapura pada 12 Juni lalu dan membicarakan soal negosiasi denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea.


Namun hingga kini negosiasi tersebut belum menemukan titik terang, bahkan kedua belah pihak semakin mengkritik yang lain karena kurangnya kemajuan. Berdasarkan citra satelit komersial yang dikumpulkan oleh Planet Labs Inc, analis mengatakan bahwa pawai militer kemungkinan akan sangat mirip dengan yang dipentaskan pada 8 Februari lalu.


Namun sejauh ini tidak ada tanda-tanda misil balistik antarbenua kontroversial (ICBM) yang diyakini dapat menargetkan Amerika Serikat. Di antara senjata yang ditemui tim di Middlebury pada 22 Agustus di Lapangan Pelatihan Parade Mirim Korut adalah tank, artileri self-propelled, kapal infantri, rudal anti-pesawat, dan peluncur roket.


“Saat ini, pawai ini terlihat sangat mirip jika tidak lebih kecil dari yang ada di bulan Februari,” kata Direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Institut Studi Internasional Middlebury di California Jeffrey Lewis seperti dilansir Reuters.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore