Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2024 | 22.18 WIB

Joe Biden Mempertajam Kritik Terhadap Militer Israel di Gaza: Penderitaan Orang-Orang Tidak Bersalah Harus Dihentikan

Gambar Presiden Joe Biden saat bertemu pers pada hari Kamis (8/2) malam di Gedung Putih (nytimes.com) - Image

Gambar Presiden Joe Biden saat bertemu pers pada hari Kamis (8/2) malam di Gedung Putih (nytimes.com)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, dengan tajam mengkritik pendekatan Israel terhadap perang melawan Hamas pada hari Kamis (8/2). 

Joe Biden menyebut bahwa, operasi militer Israel di Gaza tersebut berlebihan. Presiden AS tersebut mengatakan, penderitaan orang-orang yang tidak bersalah harus dihentikan.

Selain itu, Joe Biden sangat mendukung hak Israel untuk membalas serangan teroris Hamas pada 7 Oktober 203, yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

Pertemuan depan awak media di Gedung Putih, Joe Biden menyatakan bahwa tindakan di Jalur Gaza sudah berlebihan, ada banyak orang tak berdosa dan kelaparan berada dalam kesulitan bahkan sekarat, itu harus dihentikan. 

Dilansir dari nytimes.com, Sabtu (10/2), Joe Biden telah mendesak pemimpin Israel untuk lebih berhati-hati guna menghindari jatuhnya korban sipil di Gaza.

Sekitar lebih dari 27.000 orang telah terbunuh, menurut otoritas kesehatan di jalur yang dikuasai Hamas tersebut.

Selain itu, Israel juga harus mempertimbangkan pembentukan negara Palestina setelah perang sudah selesai. 

Joe Biden mendapat tekanan yang sangat besar dari sayap progresif partainya sendiri untuk mengendalikan Benjamin Netanyahu. 

Selain itu, para pengunjuk rasa, secara teratur mengganggu acara-acara presiden dan memanggilnya dengan nama seperti “Genocide Joe”. 

Pada saat yang sama, Benjamin Netanyahu mendapat kecaman karena tidak mencegah serangan 7 Oktober 2023.

Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari terakhir tampaknya menolak upaya Menteri Luar Negeri AS Antony J. Blinken dalam upaya menengahi kesepakatan melalui perantara dengan Hamas.

Hal tersebut untuk menjamin pembebasan lebih dari 100 sandera yang masih ditahan oleh Hamas dengan imbalan jeda panjang dalam pertempuran.

Pada hari Rabu (7/2) Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Hamas telah mengajukan tuntutan, yang jika dipenuhi hanya akan mengundang pembantaian kembali. 

Dalam empat bulan sejak serangan Hamas, Biden telah berusaha untuk mengambil tindakan yang hati-hati.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore