Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Oktober 2022 | 00.01 WIB

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang jadi Sorotan Media di Tiongkok

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kerusuhan usai laga lanjutan Liga 1 antara Arema FC kontra Persebaya pada Sabtu (1/10) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menjadi sorotan sejumlah media di Tiongkok.

CGTN, media penyiaran televisi Tiongkok berjaringan internasional, pada Minggu (2/10) pagi menurunkan laporan soal kerusuhan itu.

"Tragedi itu terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Arema Malang melawan Persebaya Surabaya," kata pembaca berita The World Today, program yang disiarkan CGTN dalam versi bahasa Inggris setiap pagi.

CCTV 13, saluran berita terpopuler di Tiongkok, juga menurunkan laporan utamanya tentang tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam.

"Polisi setempat sedang melakukan investigasi atas peristiwa tersebut," kata pembaca berita CCTV 13 dalam versi Mandarin pada Minggu (2/10) pagi.

Tidak ketinggalan, platform pesan video singkat yang populer di Tiongkok, Kuai Shou, memperlihatkan video-video tentang peristiwa maut di kandang klub sepak bola berjuluk Singo Edan itu.

Video-video tersebut diunggah oleh beberapa media lokal berbahasa Mandarin seperti Tianmu Xinwen, Hongxing Xinwen, Xibeiwang Kantai, dan Shichuan Guangcha.

Photo

Sementara itu, China Daily, koran dan media online yang berpuat di Beijing, mengunggah jumlah korban meninggal akibat kerusuhan tersebut. (Screenshot/China Daily)

"Yinni tiyuchang baoli shijian", tulis Tianmu Xinwun, pada video berita yang diunggah oleh beberapa pengguna akun Kuai Shou. Judul video tersebut dalam bahasa Indonesia berarti "Tragedi Kerusuhan di Stadion Indonesia".

Tianmu Xinwun, selain itu, memberikan subjudul "125 suporter dan dua polisi tewas" dan "mayoritas korban akibat gas air mata".

Media tersebut juga mengutip pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta.

Hanya dalam hitungan beberapa jam sejak diunggah di Kuai Shou, video-video tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan langsung viral di Tiongkok, negara yang memiliki jumlah warganet terbesar di dunia.

Sementara itu, China Daily, koran dan media online yang berpuat di Beijing, mengunggah jumlah korban meninggal akibat kerusuhan tersebut. Media tersebut memuat judul "Indonesia authorities say 125 dead in soccer stadium stampede".

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore