Gambar warga Palestina pada saat melarikan diri dari Khan Younis di Jalur Gaza selatan (washingtonpost.com)
JawaPos.com - Den Haag menjadi pusat perhatian para hakim Mahkamah Internasional, lantaran akan mengeluarkan keputusan tentang kasus genosida antara Afrika Selatan dan Israel.
Den Haag mengatakan hal tersebut, setelah membawa kasus ke pengadilan tertinggi PBB di tengah perang Israel dan Hamas yang terus berkelanjutan dan menghancurkan.
Dilansir dari washingtonpost.com, Jumat (26/1), dalam tahap awal kasus ini, pengadilan dapat meminta tindakan darurat untuk menahan serangan Israel di Gaza.
Sedangkan, Afrika Selatan berharap agar pengadilan mendukung gencatan senjata. Oleh karena itu, keputusan nantinya akan diambil oleh Mahkamah Internasional dan kasus ini akan berlangsung selama bertahun-tahun.
Israel melawan tuduhan Afrika Selatan yang menganggap bahwa dirinya telah melakukan genosida. Pihak israel menyebut jika tuduhan tersebut mencemarkan nama baik.
Hal tersebut terjadi, mengingat serangan Hamas tanggal 7 Oktober 2023 memicu perang yang saat ini berlangsung.
Selain keputusan yang nantikan dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional secara hukum, diperlukan keputusan dari Dewan Keamanan PBB, agar mekanisme nyata terjadi melalui penerapan sanksi.
Naledi Pandor selaku Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, akan menghadiri persidangan pada Jumat ini, yang mungkin dapat menjadi tanda kepercayaan Pretoria terhadap argumennya.
Dua minggu yang lalu, tim pengacara Afrika Selatan menjelaskan argumen di hadapan pengadilan.
Pertempuran yang berlangsung lebih dari 100 hari telah memakan korban warga Palestina, lebih dari 25.000 warga sipil terbunuh.
Tidak hanya itu, sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak, yang menyebabkan hampir 85 persen penduduk Gaza harus pergi meninggalkan rumah mereka.
Sehingga, hal tersebut memicu kelaparan, hingga krisis krisis kemanusiaan. Tingkat keparahan atas situasi ini, menurut kelompok bantuan internasional, belum terjadi sebelumnya.
Selain itu, dalam kasus ini, Afrika Selatan merujuk pada pembunuhan besar-besaran oleh Israel dan melukai warga sipil, penggunaan bom, hingga perpindahan massal dan penghancuran lingkungan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
