
Photo
JawaPos.com – Berkunjung ke Malaysia semakin mudah. Mulai Selasa (2/8) berlaku aturan baru. Yakni, pelancong dari luar yang memasuki negeri jiran itu tak perlu lagi mengisi kartu wisatawan di aplikasi MySejahtera.
’’Ini dilakukan untuk menyederhanakan prosedur masuk,’’ ujar Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin, seperti dikutip Channel News Asia.
Khairy menyatakan, pemerintah mengambil pertimbangan matang untuk memutuskan hal itu. Utamanya terkait pandemi Covid-19. Menurutnya, sistem kesehatan di Malaysia dalam kondisi bagus dan level terkontrol.
Aplikasi MySejahtera dulu diperkenalkan sebagai salah satu tanggapan atas Covid-19. Ia dirancang untuk memfasilitasi pelacakan kontak dan berguna sebagai paspor vaksin. Sebelumnya, pelancong yang akan ke Malaysia harus mengunduh, mengaktifkan, dan mendaftar di aplikasi tersebut.
Di MySejahtera, mereka harus menyatakan beberapa informasi seperti nomor paspor, kewarganegaraan, tujuan perjalanan, tempat dan tanggal keberangkatan, hingga waktu kedatangan. Mereka juga diminta melakukan verifikasi jenis vaksin Covid-19 dan jumlah dosisnya.
Meski kewajiban pendaftaran di MySejahtera sudah dihapuskan, bukan berarti pemerintah lepas tangan. Menurut Khairy, otoritas akan meningkatkan pemantauan gejala kesehatan para pelancong. Jika terdeteksi panas atau tidak sehat, mereka akan dirujuk untuk pemeriksaan ulang oleh tim dari Departemen Kesehatan.
’’Jika diduga mengidap penyakit menular seperti Covid-19, cacar monyet, atau MERS-CoV, mereka akan dibawa ke faskes terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut,’’ terang Khairy.
Langkah itu diharapkan bisa kembali mendongkrak sektor wisata di negara tersebut. Sejak perbatasan internasional dibuka 1 April lalu, target kunjungan 2 juta wisatawan sudah terlampaui. Kini, pemerintah Malaysia menetapkan target kedatangan 4,5 juta turis internasional sepanjang tahun ini. Diharapkan, kunjungan itu mampu mendongkrak penerimaan dari wisatawan senilai MYR 1,1 miliar atau setara Rp 3,68 triliun.
Setali tiga uang, aktivitas di Bandara Changi Singapura juga melonjak. Selama Juni, ada 2,9 penumpang yang berangkat, transfer, maupun tiba di Bandara Changi. Changi Airport Group (CAG) kemarin mengungkapkan, total ada 18.400 pesawat yang tinggal landas dan mendarat. Itu setara 58,6 persen saat sebelum pandemi. Juni 2019 sebelum Covid-19 muncul, aktivitas penumpang di bandara tersebut mencapai 5,8 juta orang dan ada 31.391 penerbangan.
Para pengamat memprediksi capaian semester II tahun ini akan lebih baik. Sebab, lebih banyak orang yang melakukan perjalanan, meski laporan gelombang penularan baru ada di berbagai negara. Omicron yang cenderung memunculkan gejala ringan membuat banyak negara melonggarkan aturan.
Setiap maskapai, termasuk Singapore Airlines (SIA), sudah menambah kapasitas. Hal itu tentu memiliki dampak yang menguntungkan bagi sektor pariwisata dan perekonomian secara keseluruhan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
