Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Maret 2022 | 23.04 WIB

Dugaan Roman Abramovich Diracun, Presiden Ukraina: Banyak Konspirasi!

GLYN KIRK/AFP MENYERAH DENGAN KEADAAN: Stamford Bridge, kandang Chelsea, bakal punya pemilik baru seandainya Roman Abramovich resmi menjual The Blues dalam pekan ini. - Image

GLYN KIRK/AFP MENYERAH DENGAN KEADAAN: Stamford Bridge, kandang Chelsea, bakal punya pemilik baru seandainya Roman Abramovich resmi menjual The Blues dalam pekan ini.

JawaPos.com - Perundingan damai antara Rusia dan Ukraina diwarnai dugaan miliarder Rusia Roman Abramovich dan juru runding Ukraina diracun. Mereka menderita gejala keracunan saat perundingan damai Rusia-Ukraina. Menanggapi kabar tersebut, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menegaskan ada banyak spekulasi.

"Ada banyak spekulasi saat ini, dan kami merekomendasikan untuk hanya mengikuti informasi resmi," kata Penasihat Kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak.

Ia tidak mengkonfirmasi secara detail insiden itu. Sebaliknya dia menyarankan untuk mengikuti hanya informasi resmi. Menurutnya semua tim saat ini tak terpengaruh isu itu.

"Semua anggota tim negosiasi bekerja seperti biasa hari ini," katanya. "Ada banyak spekulasi tentang informasi di media dan berbagai teori konspirasi," imbuhnya.

Sebelumnya salah satu media menyebutkan dugaan insiden racun tersebut. "Tidak jelas siapa yang mungkin melakukan serangan (racun) yang dituduhkan itu, tetapi mereka yang menjadi sasaran menyalahkan kelompok garis keras di Moskow yang berusaha mengganggu pembicaraan yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang," tulis The Wall Street Journal.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Minggu (27/3) bahwa pemerintahnya telah menerima tawaran dukungan dari pengusaha Rusia, termasuk Abramovich, yang telah lama memiliki hubungan dengan Putin. Zelensky mengatakan kepada wartawan bahwa para pengusaha itu mengatakan mereka ingin melakukan sesuatu dan membantu mengurangi serangan militer Rusia di Ukraina yang telah menewaskan ribuan orang.

Zelensky tidak menyebutkan dugaan keracunan. Sebaliknya, insiden itu tersebar di media sebagai informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore