Sosok Dr Ghassan Abu-Sittah./(Novara Media)
JawaPos.com – Dokter bedah plastik dan rekonstruksi yang berbasis di London, dr Ghassan Abu-Sittah, baru-baru ini kembali dari Gaza setelah bekerja di sana selama 43 hari.
Ia menjadi saksi mata dari krisis kemanusiaan dan kejahatan perang yang disebabkan oleh serangan Israel terhadap wilayah Palestina tersebut.
Melansir dari wawancaranya dengan media internasional yakni Novara Media, Senin (15/1), dr Ghassan Abu-Sittah mengungkapkan betapa parahnya situasi di Gaza.
Ia menerangkan bahwa rumah sakit kekurangan air, listrik, obat-obatan, dan peralatan medis.
Dr Ghassan mengeklaim bahwa pasukan Israel telah menangkap dan menyiksa beberapa dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut, dan menanyakan mereka tentang Hamas.
Sebagai seorang ahli medis, dr Ghassan Abu Sittah menghadapi situasi yang mengerikan di Gaza, di mana ia harus melakukan amputasi pada enam anak dalam satu malam.
Ia menuturkan bahwa salah seorang anak tersebut baru berusia tiga tahun yang satu-satunya selamat di keluarganya.
Ia juga harus melakukan operasi tanpa anestesi, karena rumah sakit telah kehabisan persediaan obat.
Dr Ghassan mengatakan bahwa ia merasa terpanggil untuk mengungkapkan kebenaran tentang apa yang terjadi di Gaza, meskipun menghadapi upaya pembungkaman dan sensor dari pihak Israel.
Melalui wawancara singkatnya dengan Novara Media, Dr. Ghassan mengatakan bahwa dunia telah gagal untuk melindungi rakyat Gaza, yang telah dibantai tanpa belas kasihan.
Dr Ghassan Abu-Sittah menuturkan bahwa ia terkejut dengan kenyataan bahwa dunia merasa baik-baik saja dengan fakta 10.000 anak telah dibunuh dalam 100 hari.
“Jika kita mengabaikan konflik ini, perang-perang berikutnya akan terus terjadi. Kita telah mengabaikan semua aturan dan hukum yang mengatur perilaku perang. Hukum yang setidaknya telah disepakati setelah Perang Dunia II,” ungkapnya pada media.
"Jika kita mengabaikan hal ini, maka perang-perang berikutnya di mana pun akan jauh lebih buruk daripada perang ini," ujarnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
