
Timnas Palestina saat memasuki lapangan dalam sebuah pertandingan.
JawaPos.com – Pemain Timnas Palestina mengungkapkan perasaannya jelang laga di Piala Asia 2023. Sang pemain mengaku terus dibayangi dengan perang di Gaza. Palestina tergabung di grup Grup C bersama dengan Iran, Uni Emirat Arab, dan Hongkong. Palestina akan menghadapi Iran di laga pertamanya pada Senin (15/1) Pukul 00.30 WIB Live di Vision+. Dilansir dari Aljazeera, jelang laga pertama, kiper Timnas Palestina Rami Hamadi mengungkapkan kesedihanya saat ini harus berlaga di Qatar dengan perasaan cemas melihat keadaan perang yang ada di Gaza.
“Ini bukan situasi yang baik untuk bermain atau hidup, karena apa yang terjadi pada orang-orang kami di Gaza,” jelas Hamadi.
Ribuan nyawa telah hilang di Gaza, tercatat sudah 23.000 nyawa menghilang akibat perang sejak 7 Oktober 2023 dan kebanyakan perempuan dan anak-anak. Pemain Palestina mengungkapkan bahwa akses keluar masuk ke Gaza tidak mudah. Hal ini disebabkan karena adanya pembatasan dan pengetatan pergerakan di Palestina yang dilakukan oleh Israel.
Mereka mengungkapkan bahwa untuk bisa keluar dari sana harus melalui Tepi Barat menuju Yordania menggunakan jalur darat sejak Kualifikasi Piala Dunia pada November. Hingga Piala Asia, terhitung 2 bulan sudah mereka meninggalkan Tepi Barat dan terus bersama-sama karena mereka tidak bisa kembali, diakibatkan tidak bisa memastikan akan diizinkan untuk keluar lagi.
Dengan pergerakan keluar masuk yang sulit di Gaza, hanya ada 2 pemain dari Gaza dalam skuad Timnas Palestina yaitu Mohammed Saleh yang berposisi sebagai bek dan striker bernama Mahmoud Wadi. Pelatih Palestina Makram Daboub juga mengungkapkan bahwa para pemain memiliki perasaan yang cemas terhadap keluarganya yang ada di Palestina.
Pemain Palestina juga tengah gugup mendengar kabar berita dari keluarganya setiap hari. Seperti yang dikatakan oleh Rami Hamadi bahwa Saleh pemain yang berasal dari Gaza, 10 hari yang lalu mengirimkan pesan ke keluarganya dan baru kemarin bisa dijawab dan mengatakan keluarganya baik-baik saja.
Beberapa hari sebelumnya sepak bola Palestina dikejutkan dengan kematian Hani Al-Masdar yang merupakan mantan pemain, pelatih dan manajer tim Olimpiade Palestina yang terbunuh di desanya. Di balik kesedihan, para pemain Palestina bertekad untuk bisa lolos hingga final.
Palestina ingin seperti Maroko di Piala Dunia 2022. "Tidak ada yang membayangkan bahwa Maroko bisa sampai semifinal," kata Hamadi. Lewat sepak bola, Palestina ingin mengirimkan sebuah pesan untuk seluruh dunia tentang apa yang terjadi di negaranya.
“Saya ingin bermain agar semua orang tahu apa yang terjadi di negara saya, sehingga semua orang tahu kami, kami adalah manusia, kita adalah manusia sama seperti Anda. Sebanyak 23.000 orang tewas, orang-orang hanya berpikir itu angka, Namun tidak setiap angka adalah kehidupan. Itu sebabnya kami di sini untuk mengirim pesan ke seluruh dunia,” ungkap Hamadi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
