Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Januari 2024 | 05.58 WIB

Dinas Mata-Mata Seoul Mengungkapkan Jika Ju Ae Kemungkinan Besar akan Menjadi Penerus Kim Jong Un

Ju Ae beberapa kali muncul di publik bersama dengan Kim Jong Un./Yonhap-KCNA - Image

Ju Ae beberapa kali muncul di publik bersama dengan Kim Jong Un./Yonhap-KCNA

JawaPos.com - Menurut analisis terbaru badan mata-mata Korea Selatan, satu-satunya anak pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang diketahui publik, Ju Ae kemungkinan besar akan penggantinya.

Menurut laporan Badan Intelijen Nasional (NIS) yang dilansir oleh Korea Herald, badan mata-mata di Seoul meyakini bahwa Ju Ae kemungkinan besar akan menggantikan ayahnya sebagai pemimpin Korea Utara.

Hal tersebut berdasarkan penampilan Ju Ae di depan umum dan sambutan dari masyarakat. NIS mengatakan dalam analisisnya bahwa selain Ju Ae yang lahir pada tahun 2013, Kim Jong Un diketahui memiliki seorang anak lain yang belum diketahui usia atau jenis kelaminnya.

"Berdasarkan analisis komprehensif terhadap aktivitas publiknya (Ju Ae) dan tingkat penghormatan serta penerimaan yang diterimanya sejak kemunculan pertamanya."

"Dia kemungkinan besar akan menjadi penerus (Kim Jong Un sebagai pemimpin Korea Utara) sejauh ini," kata laporan tersebut.

NIS menambahkan bahwa Kim Jong Un masih muda dan tidak memiliki masalah kesehatan yang signifikan, serta pihaknya mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi. Ada banyak variabel yang berperan.

Temuan ini diserahkan ke kantor Perwakilan Youn Kun Young (anggota majelis nasional Korea Selatan) pada hari Selasa sebagai analisis terbaru, yang dibuat oleh badan mata-mata Korea Selatan tentang suksesi kekuasaan Korea Utara.

Hal ini menandai perubahan dari sikap dinas mata-mata sebelumnya, bahwa Ju Ae mungkin bukan calon penerus kekuasaan meskipun keberadaannya sangat terkenal di mata publik.

Pada bulan September tahun lalu, dinas mata-mata mengatakan kepada Majelis bahwa mereka tidak menganggapnya sebagai pewaris, dengan alasan tradisi patriarki rezim yang represif.

Profesor studi Korea Utara Park Won Gon dari Ewha Womans University di Seoul mencatat, pergeseran penilaian yang dilakukan oleh pejabat pemerintah dan intelijen Korea Selatan dalam sebulan terakhir.

Dia mengatakan bahwa analisis oleh NIS, yang merupakan pengumpul utama intelijen merupakan tambahan yang signifikan terhadap komentar baru-baru ini dari seorang pejabat senior di Kementerian Unifikasi, yang mengawasi urusan antar-Korea.

Pejabat tersebut mengatakan kepada wartawan pada bulan Desember, bahwa sangat mungkin Ju Ae adalah penerus dalam pengakuan pertama dari pejabat pemerintah Korea Selatan.

"Yang penting adalah bahwa Kementerian Unifikasi dan NIS telah mulai menganggap Ju Ae lebih serius, sebagai calon penerus Kim Jong Un dibandingkan saat ia pertama kali muncul di media pemerintah," kata Park.

Yang Uk, seorang peneliti senior di Asan Institute of Policy Studies di Seoul, mengatakan bahwa memamerkan putrinya sebagai penerus sejak dini dapat menjadi tanda kegelisahan di pihak Kim Jong Un.

"Dari sudut pandang rezim Korea Utara, ini bukan pertanda baik," katanya, seraya menambahkan bahwa menurutnya masih terlalu dini untuk menyimpulkan Ju Ae sebagai pemimpin Pyongyang berikutnya saat ini.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore