
Orang-orang berpelukan setelah tahanan Palestina dibebaskan di tengah kesepakatan pertukaran sandera antara Hamas dan Israel, di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki Israel, 28 November 2023.
JawaPos.com - Jalur Gaza kembali membara akibat konflik Israel-Hamas yang tak kunjung mereda. Terbaru, militer Israel melakukan serangan pada Sabtu (23/12) malam dan menyebabkan ratusan orang meninggal. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pada Minggu (24/12) setidaknya sekitar 70 orang meninggal di penampungan Maghazi, Gaza Tengah. Serangan Israel juga terjadi di tempat pengungsian Bureij. Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal di tempat pengungsian Maghazi bisa bertambah.
"Apa yang terjadi di kamp Maghazi adalah pembantaian yang dilakukan di sebuah lapangan pemukiman yang padat," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qudra dilansir Aljazeera.
Hingga kini, jumlah korban akibat konflik Israel-Hamas di Gaza telah mencapai lebih dari 20 ribu warga Palestina tewas. Sementara, 50 ribu lebih mengalami luka-luka. Sedangkan lebih dari 1.000 warga Israel disebut meninggal dalam konflik tersebut.
Tragedi kemanusiaan di Gaza terjadi akibat balasan atas serangan lintas batas yang diluncurkan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan yang dilakukan oleh militan Hamas bukan hanya menyebabkan warga Israel tewas, puluhan orang juga disandera. Penyerangan yang dilakukan oleh militan Hamas di wilayah Israel itu dilakukan dengan menggunakan teknik penyamaran.
Serangan mendadak Hamas ke wilayah Israel tersebut membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas mengambil sikap untuk berperang melawan Hamas. “Musuh kita akan membayar harga yang belum pernah diketahui sebelumnya. Kami sedang berperang dan kami akan memenangkannya," sebut Benjamin Netanyahu.
Terbaru, Netanyahu menegaskan pemerintahnya tidak akan menghentikan perang di Gaza sampai target-target Israel tercapai. "Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk memastikan bahwa Gaza tidak menjadi ancaman bagi Israel, baik oleh Hamas ataupun Fatah," kata Netanyahu.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan melakukan pemungutan suara atau voting untuk resolusi gencatan senjata di Gaza.
Pernyataan Netanyahu itu mengacu pada sikapnya yang menolak membiarkan Gaza dikuasai Hamas maupun Otoritas Palestina pada periode pascaperang. Netanyahu juga menekankan target-target Israel dalam perang di Gaza. "Hamas dimusnahkan dan semua sandera dibebaskan," sebut Netanyahu.
Konflik berkepanjangan tersebut telah membuat penderitaan yang luar biasa di Palestina. Natal 2023 dirayakan di tengah keprihatinan yang mendalam. Hamas memuji keputusan umat Kristen di Palestina yang membatasi perayaan Natal 2023 di tengah perang Israel di Jalur Gaza.
“Hari raya umat Kristen kami tahun ini berlangsung di tengah agresi fasis yang diluncurkan (pasukan) pendudukan terhadap seluruh komponen rakyat Palestina yang menargetkan semua masjid maupun gereja,” ungkap Hamas lewat pernyataan.
“Kami mengapresiasi posisi umat Kristiani Palestina yang kami hormati yang membatasi perayaan mereka tahun ini dan bersama dengan rakyat kami di Jalur Gaza, yang menjadi sasaran agresi brutal Zionis,” imbuh pernyataan tersebut.
Menurut Hamas, keputusan itu menegaskan bahwa masyarakat Palestina baik Muslim maupun Kristen, sama-sama tangguh dalam menjaga identitas serta melindungi kesakralan Islam dan Kristen. Umat Kristiani Palestina telah mengumumkan pembatalan seluruh perayaan Natal, seperti tidak menyalakan pohon Natal untuk pertama kalinya dalam sejarah Palestina sejak Nakba 1948.
Sementara itu, Otoritas Bethlehem yang ikut berduka atas tragedi kemanusiaan di Gaza, memutuskan untuk tidak memasang pohon Natal besar yang biasanya berdiri megah dengan penuh lampu berwarna-warni. Sebagian masyarakat Bethlehem merayakan Natal dengan amat sederhana. Mereka mewujudkan solidaritasnya untuk saudara-saudara di Gaza.
“Betlehem adalah sebuah pesan. Ini bukan sebuah kota, ini adalah pesan perdamaian bagi seluruh dunia. Dari tempat suci ini kami menyampaikan pesan perdamaian, hentikan perang dan hentikan pertumpahan darah, pembunuhan dan balas dendam,” ungkap Pastor Ibrahim Faltas. "Natal kali ini datang ke Betlehem dalam bentuk berbeda. Betlehem, seperti kota-kota Palestina lainnya sedang berduka. Ini membuat kami sangat sedih,” ungkap Wali Kota Hanna Hanania.
Tindakan Israel melakukan serangan balasan secara membabi buta tetap tak bisa dibenarkan. Sejumlah pihak menyebut Israel telah melakukan genosida di Gaza dan meminta segera dihentikan. Paus Fransiskus bahkan menyebut situasi di Gaza sebagai tindakan terorisme.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
