Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Desember 2023 | 20.55 WIB

Ikut Berduka untuk Gaza, Bethlehem Tak Rayakan Natal Semeriah Biasanya

Seseorang menyalakan lilin di instalasi Natal di sebuah gua dengan sosok berdiri di tengah puing-puing yang dikelilingi kawat silet, di luar Gereja Kelahiran, untuk mendukung Gaza./ - Image

Seseorang menyalakan lilin di instalasi Natal di sebuah gua dengan sosok berdiri di tengah puing-puing yang dikelilingi kawat silet, di luar Gereja Kelahiran, untuk mendukung Gaza./

JawaPos.com – Perayaan hari raya Natal tahun ini, rasanya menjadi Natal paling suram dan penuh duka, utamanya di Bethlehem, Tepi Barat Palestina, sebuah kota suci kelahiran Yesus Kristus.

Sebagai tempat suci dalam kisah Kristen tentang kelahiran Yesus, Bethlehem selalu menjadi rujukan utama bagi umat Kristen seluruh dunia.

Setiap Natal, kota ini menjadi gegap gempita penuh dengan kegembiraan, serta riuh ramai para wisatawan.

Namun, kali ini, Bethlehem yang hanya berjarak 50 kilometer dari Gaza, menjadi sunyi dan penuh debu.

Sejak penyerangan Hamas kepada Israel 7 Oktober lalu, dan kini berbuntut serangan balik tak berkesudahan di Gaza, Bethlehem terkena imbasnya dan tak lagi punya nyawa untuk bersukacita atas Natal.

Dilansir dari Reuters, Senin (25/12), Otoritas Bethlehem yang ikut berduka atas duka di wilayah senegaranya, memutuskan untuk tidak menanam pohon besar Natal yang biasanya berdiri megah nan mewah penuh dengan kelap kelip lampu.

Kini, sebagian masyarakat Bethlehem merayakan Natal dengan amat sederhana namun getir. Mereka meletakkan patung Yesus di tengah puing-puing dan kawat berduri, sebagai bentuk solidaritasnya untuk saudara di Gaza.

“Betlehem adalah sebuah pesan. Ini bukan sebuah kota, ini adalah pesan perdamaian bagi seluruh dunia. Dari tempat suci ini kami menyampaikan pesan perdamaian... hentikan perang, hentikan pertumpahan darah, pembunuhan dan balas dendam,” kata Pastor Ibrahim Faltas.

Tak hanya saat tiba Natal, masyarakat Bethlehem sudah sunyi sejak masa Adven, waktu minggu-minggu sebelum Natal.

Biasanya, di masa Adven, mereka sudah mulai menghiasi jalan raya dan alun-alun untuk perayaan akbar ini.

Namun, tahun ini, karena gempuran Israel yang tak habis-habis, sangat sedikit orang-orang yang berkeliaran di luar.

Begitu pula dengan jalanan kota Bethlehem, sepi tanpa warna warni menyambut Natal.

“Natal kali ini datang ke Betlehem dalam bentuk yang berbeda. Saat ini Betlehem, seperti kota-kota Palestina lainnya, sedang berduka. Kami merasa sedih,” kata Wali Kota Hanna Hanania.

Diketahui, umat Kristiani di Bethlehem hanya sekitar 2 persen dari populasi di seluruh wilayah yang diduduki Israel dan wilayah Palestina.

Meski sedikit, Bethlehem selalu menjadi pusat perayaan Natal paling meriah sebagai kota kelahiran Yesus.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore