Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2023 | 22.58 WIB

Konflik Israel-Hizbullah Meningkat di Tengah Pertempuran di Gaza, Tentara Israel Luka-luka Akibat Serangan Drone

Konflik di perbatasan Lebanon-Israel makin memanas. Hizbullah menerbangkan drone, menembakkan rudal, dan serangan udara ke wilayah Israel. - Image

Konflik di perbatasan Lebanon-Israel makin memanas. Hizbullah menerbangkan drone, menembakkan rudal, dan serangan udara ke wilayah Israel.

JawaPos.com – Konflik di perbatasan Lebanon-Israel makin memanas. Hizbullah menerbangkan drone, menembakkan rudal, dan serangan udara ke wilayah Israel. Israel juga membalas serangan tersebut ke daerah kota maupun desa di wilayah Lebanon Selatan.

Dilansir Aljazeera, Ali Hijazi seorang pejabat Lebanon mengatakan bahwa serangan udara dari Israel ke Kota Aitaroun menghancurkan lima rumah dan masih banyak bangunan lainnya.

"Campur tangan Ilahi mencegah ada yang menjadi martir. Tiga perempuan dan dua laki-laki terluka," ujar Ali Hijazi dilansir lama Aljazeera.

Seorang politisi senior Hizbullah Hassan Fadlallah mengungkapkan bahwa serangan udara Israel ini adalaheskalasi baru yang direspons oleh pihaknya dengan jenis serangan baru. Serangan dengan menggunakan senjata maupun tempat yang menjadi sasaran.

Tentara Israel mengungkapkan telah menargetkan untuk wilayah udara yang mencurigakan dari wilayah Lebanon dan berhasil menghentikan dua serangan tersebut.

Dua tentara Israel mengalami luka-luka ringan. Sebagian mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan menghirup asap. Jet-jet tempur Israel juga melakukan serangan ke daerah Lebanon.

"serangkaian serangan yang ekstensif terhadap target-target teror Hizbullah di wilayah Lebanon", kata tentara Israel.

Dilansir AlJazeera, di Ibu Kota Lebanon, Beirut, masyarakat melihat seperti dua pesawat tempur yang melintasi daerah tersebut.

Konflik Israel dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran ini sudah saling serang semenjak perang di Gaza meletus pada dua bulan lalu. Karenanya menjadikan perseteruan terburuk antara dua kelompok tersebut sejak 2006.

Konflik tersebut membuat sebagian besar telah dilakukan pembatasan di daerah perbatasan antara Israel dan Lebanon. Hizbullah menyatakan serangan ini bertujuan untuk mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Korban meninggal dari serangan Israel dalam dua bulan terakhir di Gaza sudah hampir 18.000 orang yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sudah memperingatkan bahwa Beirut yang merupakan Ibu Kota Lebanon akan diubah menjadi Gaza, jika Hizbulah memulai serangan ke Israel.

Pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL mengatakan bahwa potensi kesalahan perhitungan ini dapat memicu sebuah konflik yang lebih meluas dan semakin meningkat. Korban dari Konflik ini sudah memakan korban meninggal sebanyak 120 orang di Lebanon termasuk 85 pejuang Hizbullah dan 16 masyarakat biasa.

Hizbullah pada Minggu (10/12) mengatakan telah melakukan serangan dengan menggunakan drone peledak di komando Irael di dekat Ya’ra. Serangan lainnya mereka menembakkan sebuah rudal Burkan yang mengandung ratusan kilogram bahan peledak.

Serangan udara Israel juga terjadi di desa Yaroun, Lebanon lokasinya tidak jauh dari target Hizbullah saat menyerang Israel pada Minggu (10/12).

Seorang Pendeta Toni Elias mengatakan dalam sebuah laporan di Ruters, serangan udara Israel telah membuat toko-toko, sekolah, dan rumah rusak di desa terdekat di Rmeich, Lebanon dikutip Aljazeera. Di wilayah Israel ada tujuh orang korban tentara dan empat masyarakat biasa yang meninggal akibat konflik tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore