Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2023 | 03.45 WIB

Ikuti Jejak Kim Jong Un? Vladimir Putin Desak Para Ibu di Rusia Minimal Punya 8 Anak

Presiden Rusia, Vladimir Putin menghadiri konferensi pers dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko setelah pertemuan mereka di Minsk, Belarus, 19 Desember 2022.

 

JawaPos.com – Belum lama ini, masyarakat global telah dikejutkan dengan momen Kim Jong Un yang menangis dan meminta ibu di Korea Utara melahirkan banyak anak.

Ya, pasca tangis Kim Jong Un pecah di hadapan masyarakat Korea Utara dan mendesak para ibu melahirkan banyak anak, kini giliran Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Bak mengikuti jejak Kim Jong Un, baru-baru ini Vladimir Putin turut mendesak warganya untuk memiliki minimal 8 anak atau bahkan lebih.

Desakan yang disampaikan Presiden Rusia itu, disebutkan untuk membentuk keluarga dengan jumlah besar sebagai ‘norma’ di tengah melonjaknya jumlah korban dalam perang melawan Ukraina

Dikutip dari The Independent, Sabtu (9/12), Vladimir Putin menyampaikan hal tersebut saar menyampaikan pidatonya di the World Russian People’s Council di Moskow. 

Di momen tesebut, Putin mengatakan bahwa peningkatan populasi Rusia akan menjadi ‘tujuannya untuk beberapa dekade mendatang’. 

“Banyak masyarakat kita yang mempertahankan tradisi keluarga, yaitu membesarkan 4, 5 anak atau lebih,” kata Putin. 

“Ingatlah bahwa di keluarga Rusia, nenek dan nenek buyut kami memiliki 7 dan 8 anak. Mari kita lestarikan dan hidupkan kembali tradisi ini. Memiliki banyak anak, keluarga yang besar, harus menjadi norma, cara hidup bagi seluruh masyarakat Rusia,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, Putin sendiri hanya memiliki dua anak yang dikenal oleh publik, yaitu putri dari mantan istrinya, Lyudmila, yakni Maria Vorontsova dan Katerina Tikhonova. 

Meski demikian, telah lama beredar rumor di pers Rusia bahwa ia memiliki banyak keturunan dari perselingkuhannya dengan seorang jutawan, Svetlana Krivonogikh dan seorang pesenam peraih medali emas Olimpiade, Alina Kabaeva. 

Rusia telah menyaksikan penurunan angka kelahiran sejak sebelum bubarnya Uni Soviet. 

Para ahli mengaitkan penurunan ini dengan memburuknya perekonomian dan peraturan aborsi yang ketat, sehingga menjadi penghalang bagi calon orang tua. 

Presiden Rusia tersebut telah berupaya meningkatkan angka kelahiran yang buruk di negaranya dengan menerapkan berbagai insentif pemerintah bagi individu yang memiliki anak, termasuk imbalan finansial bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak, sejak ia berkuasa 24 tahun yang lalu. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore