Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 16.05 WIB

Sempat Gagal, Jepang Kembali Rencanakan Pendaratan di Bulan Awal 2024

ILUSTRASI. Jepang kembali berambisi untuk bisa mendaratkan wahana antariksa di Bulan.

 
JawaPos.com - Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) atau Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang mengumumkan pada tanggal 5 Desember bahwa wahana robotiknya 'Smart Lander for Investigating Moon (SLIM)' dijadwalkan akan kembali diluncurkan ke Bulan pada 20 Januari tahun depan. Pendaratan Jepang pertama di Bulan direncanakan bakal dilakukan pada dini hari. 
 
Rencana ambisius Jepang untuk melakukan pendaratan pertama di Bulan sempat menghadapi kemunduran ketika perusahaan luar angkasa swasta, ispace, kehilangan kontak dengan pesawat ruang angkasanya, HAKUTO-R Mission 1 (M1), beberapa saat sebelum rencana pendaratan awal tahun lalu.
 
Dilansir dari ITHome, Sabtu (9/12), misi yang dirancang sebagai pendaratan komersial pertama di Bulan ini, bertujuan untuk mengumpulkan gambar dan data guna menginformasikan upaya eksplorasi bulan Jepang pada masa depan. Kegagalan ini merupakan pukulan telak bagi Jepang, yang telah menetapkan tujuan mengirim astronot ke bulan pada akhir 2020-an. 
 
Meskipun mengalami kemunduran, negara ini tetap berkomitmen untuk eksplorasi bulan, dan rencana untuk misi masa depan sudah dalam tahap pengerjaan. 
 
Sebelumnya, upaya Pendaratan yang Gagalz HAKUTO-R Mission 1 (M1) dirancang oleh perusahaan Jepang iSpace dan diluncurkan di atas roket SpaceX Falcon 9. Pesawat luar angkasa itu dilengkapi dengan penjelajah bulan mini yang dimaksudkan untuk meluncur melintasi permukaan bulan dan mengumpulkan data berharga. 
 
Muatan lain yang ada di dalam pesawat pendarat ini termasuk baterai solid-state, komputer penerbangan bertenaga kecerdasan buatan, dan kamera 360 derajat. Misi tersebut juga bertujuan untuk mengambil bagian dalam program NASA untuk mengklaim dan mengalihkan kepemilikan regolit bulan.
 
Sekitar satu jam sebelum rencana pendaratan, M1 setinggi 2,3 meter memulai fase pendaratannya, secara bertahap memperketat orbitnya mengelilingi bulan dari 62 mil di atas permukaan menjadi sekitar 15 mil. Namun, misi tersebut mengalami kesulitan, dan pesawat ruang angkasa tersebut jatuh saat mencoba mendarat. 
 
Pengendali penerbangan kehilangan kontak dengannya beberapa saat sebelum rencana pendaratan. "Tampaknya ia jatuh bebas ke permukaan karena kehabisan bahan bakar untuk menyalakan mesin pendorongnya," kata Chief Technology Officer Ryo Ujiie mengatakan pada konferensi pers menjelaskan alasan kegagalan pendaratan tersebut.
 
Juru bicara pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno, mengungkapkan tekad negaranya untuk melanjutkan upaya eksplorasi bulan, dengan menyatakan bahwa meskipun sedih karena misi tersebut tidak berhasil, Jepang ingin ispace 'terus berusaha' karena upayanya signifikan terhadap pengembangan ruang angkasa. 
 
Kegagalan misi ini juga menyoroti tantangan eksplorasi ruang angkasa, dengan pendaratan di benda langit menjadi sangat sulit. Ketika CEO ispace Takeshi Hakamada berjanji untuk mencoba lagi, jelas bahwa ambisi eksplorasi bulan Jepang tetap tidak terpengaruh oleh kemunduran tersebut.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore