Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2023 | 01.40 WIB

Anjing di AS Terserang Penyakit Pernapasan Misterius Padahal Sudah Lama Dilaporkan

Anjing - Image

Anjing

JawaPos.com – Amerika Serikat (AS) menghadapi fenomena serangan penyakit pernapasan misterius terhadap anjing. Penyakit itu di 14 negara bagian.

American Veterinary Medical Association (AVMA) meminta para dokter hewan untuk melaporkan kasus-kasus pernapasan misterius yang dialami anjing. Sejumlah laboratorium berupaya mengisolasi patogen.

Para peneliti masih berusaha untuk menentukan apakah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri itu berakibat fatal. Atau, apakah penyakit merupakan varian dari penyakit anjing yang dikenal sebagai 'Batuk Kennel'.

Dilansir dari The Straits Times, gejala yang muncul termasuk batuk dan bisa berlangsung selama empat hingga enam minggu. Penyakit itu bisa berupa bronkitis ringan atau dapat meningkat menjadi pneumonia.

Menurut data dari AVMA, beberapa kasus akut dengan cepat menjadi pneumonia dalam waktu 24 hingga 36 jam. Sejauh ini hanya sedikit indikasi bahwa penyakit itu dapat menyebar ke manusia. Namun, para dokter hewan memperingatkan kepada para pemilik anjing untuk lebih berhati-hati pada musim liburan ini.

Meskipun kasus-kasus tersebut telah dilaporkan selama berbulan-bulan, tetapi AVMA baru meningkatkan peringatan kepada publik baru-baru ini.

Padahal, Pemerintah Negara Bagian Oregon telah melaporkan kasus gangguan pernapasan yang menyerang ini yang jumlah 200 kasus. Kasus serupa juga dilaporkan dari California, Colorado, Florida, Georgia, Idaho, Illinois, Indiana, Maryland, Massachusetts, New Hampshire, Rhode Island, Vermont, dan Washington. Namun, dari negara bagian itu tidak ketahui angkanya.

Departemen Pertanian Oregon bekerja sama dengan laboratorium diagnostik negara bagian dan nasional untuk mengidentifikasi penyebab gangguan pernapasan misterius

Fakultas Kedokteran Hewan dan Ilmu Biologi Colorado State University College telah menghubungkan penyakit ini dengan kasus pneumonia parah dan beberapa kematian.

Dokter hewan sekaligus ketua AVMA, Rena Carlson mengatakan bahwa masih banyak hal yang belum diketahui mengenai wabah ini. Sehingga, penyakit ini hanya disebut sebagai 'penyakit yang tidak biasa'.

dr. Carlson merekomendasikan para pemilik anjing agar hewan peliharaan mereka mendapat vaksinasi terkini dan mencari bantuan dokter hewan segera setelah anjing menunjukkan gejala.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore