Fikri Rofiul Haq (kiri), Reza Aldilla Kurniawan dan Farid Zazabil Al Ayubi menjadi sukarelawan di Rumah Sakit Indonesia sampai akhirnya dievakuasi secara paksa minggu lalu/ Sumber: Al Jazeera/ MER-C
JawaPos.com - Petugas medis Fikri Rofiul Haq membagikan kisahnya saat menjadi volunteer di Gaza.
Fikri Rofiul Haq mengatakan, tank-tank Israel berulang kali menembaki rumah sakit Indonesia yang barada di Gaza utara.
Ketika tank dan tentara Israel mengepung Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara pekan lalu, pekerja medis sukarela Fikri Rofiul Haq dihadapkan pada pilihan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman atau tetap tinggal bersama para pasien.
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (28/11), Haq dan rekan-rekannya dari Indonesia, Reza Aldilla Kurniawan dan Farid Zazabil Al Ayubi, relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang berbasis di Jakarta, memilih untuk tetap tinggal di sana hingga militer Israel memaksa mereka pergi.
"Kami dievakuasi melalui rute yang digunakan oleh Palang Merah Internasional dengan izin dari tentara Israel. Ada tiga kali evakuasi pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, dan kami dievakuasi terakhir karena kami memprioritaskan korban luka yang berada di Rumah Sakit Indonesia," kata Haq kepada Al Jazeera.
Haq mengatakan bahwa pasukan Israel dengan sengaja menghancurkan satu-satunya generator yang masih berfungsi di rumah sakit yang didanai oleh Indonesia itu dengan membakarnya dan menewaskan 12 orang dengan menembaki lantai satu, dua, dan tiga gedung tanpa pandang bulu.
"Sebelum kami dievakuasi, serangan semakin lama semakin parah, dari jam ke jam," kata Haq, yang tidak dapat berkomunikasi selama beberapa minggu hingga dievakuasi ke Khan Younis.
"Saya melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ada tiga tank besar yang berjarak sekitar 50 meter dari gedung Rumah Sakit Indonesia dan mereka menembaki rumah sakit secara berkala, yang sangat menghancurkan. Sekarang Rumah Sakit Indonesia telah diambil alih sepenuhnya oleh tentara Israel," katanya.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pada hari Jumat bahwa tembakan Israel pada jam-jam terakhir sebelum gencatan senjata menewaskan seorang wanita dan melukai setidaknya tiga orang lainnya.
Osama Bin Javaid dari Al Jazeera, yang mendapatkan akses ke fasilitas tersebut, melaporkan bahwa ada 'bau busuk kematian' di luar rumah sakit.
"Saat jenazah yang hangus dan membusuk, termasuk jenazah anak-anak, menumpuk di sudut-sudut rumah sakit," ungkapnya.
Sarbini Abdul Murad, kepala MER-C di Jakarta, mengatakan bahwa serangan terhadap rumah sakit tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
