
Salah dua korban klinik kecantikan di provinsi Nonthaburi, Thailand yang melapor ke polisi untuk menuntut pertanggungjawaban kepada pihak klinik (ข่าว บก.ปอท/Facebook)
JawaPos.com – Seorang wanita Thailand mendesak sebuah klinik kecantikan di provinsi Nonthaburi, Thailand, untuk bertanggung jawab atas kegagalan dalam operasi yang menyebabkan dia menderita gangrene dan infeksi dahi.
Tak hanya itu, setidaknya ada enam orang lainnya juga menderita dampak buruk dari operasi yang dilakukan di klinik kecantikan tersebut.
Korban yang berusia 32 tahun itu melaporkan hal tersebut ke Divisi Pemberantasan Kejahatan Perlindungan Konsumen atau The Costumer Protection Crime Suppression Division (CPPD).
Dilansir dari The Thaiger, Korban menjelaskan bahwa dia menginginkan pembesaran dahi dan menemukan iklan klinik tersebut dari media sosial.
Menurut ulasan online, klinik kecantikan tersebut dapat dipercaya dan memiliki promosi diskon yang bagus, jadi dia menjalani operasi pada 4 Maret seharga 60.000 baht atau sekitar Rp 26 juta.
Namun, setelah operasi, dahinya justru mengalami beberapa luka dan terasa menyakitkan, sehingga korban harus berhenti dari pekerjaannya sebagai pembawa acara.
Akhirnya, korban kembali ke klinik dan diberitahu oleh dokter bahwa dia alergi terhadap perban mereka.
Korban berkata kepada pihak klinik bahwa dia akan pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, tetapi klinik tersebut melarangnya melakukan hal tersebut.
Mereka berjanji akan mengobati lukanya, tapi pada akhirnya mereka tidak melakukan apapun.
Korban memutuskan untuk melakukan diagnosis ke lebih dari 10 rumah sakit spesialis kulit, yang semuanya memberitahu dia bahwa lukanya adalah gangrene dan dia harus menjalani terapi laser atau laser treatment setidaknya selama satu tahun untuk menyembuhkan bekas lukanya.
Rumah sakit juga memberinya kabar buruk bahwa lukanya tidak dapat disembuhkan sepenuhnya dan memerlukan operasi lebih lanjut untuk mencegah gejalanya menyebar ke bagian lain di tubuhnya.
Korban mengungkapkan bahwa klinik hanya memberikan kompensasi sebesar 15.000 baht atau sekitar Rp 6 juta pada Juli.
Korban berpikir bahwa itu tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan setidaknya sebanyak 1 juta baht atau sekitar Rp 400 juta untuk perawatan lebih lanjut pada dahinya.
Usut punya usut, wanita tersebut bukanlah korban pertama dari kegagalan operasi di klinik kecantikan tersebut. Ada beberapa korban lain yang melapor ke polisi dan pengaduan terakhir disampaikan oleh korban berusia 26 tahun.
Korban terakhir mengatakan dia menjalani operasi hidung di klinik dengan biaya 20.000 baht atau sekitar Rp 8 juta.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
