Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2023 | 22.24 WIB

Israel Kembali Tuduh Hamas Bunuh Tawanan dan Tahan Sandera Asing di RS Al-Shifa

Sebuah video yang diklaim oleh Israel bahwa Hamas menyandera dua orang asing di RS Al-Shifa. - Image

Sebuah video yang diklaim oleh Israel bahwa Hamas menyandera dua orang asing di RS Al-Shifa.

Jawapos.com - Pengepungan yang dilakukan oleh militer Israel (IDF) terhadap satu-satunya fasilitas medis di Gaza yaitu Rumah Sakit AL-Shifa telah mencapai puncaknya pada Rabu (15/11).

Pengepungan ini dilakukan karena Israel menuduh RS Al-Shifa sebagai markas militer Hamas.

Israel juga meningkatkan tuduhan pelanggaran Hamas di rumah sakit terbesar di Jalur Gaza pada Minggu (19/11) dengan mengatakan seorang tentara yang tertawan telah dieksekusi dan dua sandera asing ditahan di Rs Al Shifa.

Klaim tawanan tentara yang dieksekusi oleh Hamas  adalah seorang wajib militer berusia 19 tahun bernama Noa Marciano.

Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, Noa dibawa ke RS Al-Shifa untuk dieksekusi

“Menurut informasi intelijen, informasi intelijen yang kuat, Noa dibawa oleh teroris Hamas di dalam tembok rumah sakit Shifa. Di sana, dia dibunuh oleh teroris Hamas,” kata Hagari dikutip dari Reuters pada Senin (20/11).

Sementara itu pihak pejuang Palestina  mengatakan, dia tewas dalam serangan udara Israel dan mengeluarkan video yang menunjukkan mayatnya, tanpa tanda kecuali luka di kepala.

Dalam sebuah pengarahan yang disiarkan televisi, Hagari  mengatakan, orang-orang bersenjata Hamas juga membawa seorang warga Nepal dan seorang warga Thailand, di antara pekerja asing.

Video CCTV yang disiarkan oleh Hagari menunjukkan sekelompok pria menggiring seseorang ke rumah sakit, yang mengejutkan staf medis.  Klip kedua menunjukkan seorang pria terluka di brankar.  Pria lain di dekatnya, berpakaian sipil, membawa senapan serbu.

Hamas  segera mengomentari pernyataan Hagari, bahwa mereka membawa beberapa sandera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sebagai informasi, Rumah Sakit Al Shifa, yang pernah menjadi tempat perlindungan bagi puluhan ribu pengungsi perang Palestina, telah mengevakuasi pasien dan staf sejak pasukan Israel menyerbu minggu lalu.

Hingga kini, IDF  secara efektif telah  memblokade Gaza dan  menolak gencatan senjata, dengan alasan bahwa Hamas hanya akan menggunakannya untuk berkumpul kembali.

Akan tetapi mereka telah mengizinkan jeda kemanusiaan untuk memungkinkan makanan dan pasokan lainnya mengalir masuk dan orang asing dapat melarikan diri.

Hingga saat ini,  Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore