Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2023 | 19.53 WIB

Dua Bayi Prematur Meninggal di Rumah Sakit al-Shifa setelah Unit Perawatan Insentif Berhenti Beroperasi karena Kehabisan Bahan Bakar

Dua bayi premature telah meninggal dunia di rumah sakit al-Shifa, karena kehabisan bahan bakar akibat serangan Israel. (Aljazeera)

JawaPos.com- Serangan Israel yang makin memanas menyebabkan infrastruktur di Gaza rusak hingga hancur. Israel juga membobardir Rumah Sakit terbesar di Gaza yakni al-Shifa. Hal itu mengakibatkan beberapa unit perawatan berhenti karena kekurangan listrik.

Informasi terbaru yang dilansir dari Al Jazeera, dua bayi premature telah meninggal dunia di rumah sakit al-Shifa. Dua bayi tersebut meninggal setelah unit perawatan insentif neonatal (usia bayi 28 hari) terhenti.

Sementara, di rumah sakit tersebut terdapat 37 bayi lagi yang membutuhkan perawatan intensif. Jika Rumah Sakit kehabisan bahan bakar, resiko kehilangan nyawa makin besar.

Direktur Mohammed Abu Salmiya mengatakan bahwa Rumah sakit telah kehilangan dua bayi karena pemadaman listrik. Sementara di incubator membutuhkan listrik untuk mendapatkan suhu yang hangat dan aliran oksigen yang konstan. Namun, Rumah Sakit al-Shifa telah dikepung dan menjadi sasaran serangan sengit Israel.

“Mereka meninggal karena suhu rendah dan kekurangan oksigen. Kami sekarang menggunakan metode primitif untuk menjaga mereka tetap hidup,” katanya.

Dia juga memperingatkan bahwa listrik di rumah sakit al-Shifa akan bertahan hingga pagi. Jika listrik padam, bayi-bayi yang baru lahir tersebut akan meninggal saa seperti kedua bayi tersebut.

Menurut Abu Salmiyah pihak rumah sakit telah mencoba untu mengatur evakuasi dengan Palang Merah, namun masih belum ada kejelasan terkait dengan bantuan tersebut.

Jika nantinya ada bantuan dari pihak Palang Merah, Abu Salmiyah ingin memastikan bahwa jalan keluar yang dilalui untuk evakuasi bayi aman.

“Saat kami berkomunikasi dengan Palang Merah, meminta perlindungan dari mereka, mereka memberi kami izin untuk memindahkan bayi-bayi tersebut ke tempat lain dalam waktu satu jam. Kami membutuhkan jalan keluar yang aman dan transportasi yang aman dengan ambulans dan inkubator untuk menjaga mereka (bayi-bayi tersebut) tetap hidup. Jika jaminan ini diberikan oleh Palang Merah, kami akan melakukan hal ini,” jelasnya.

Abu Salmiya membantah bahwa militer Israel menawarkan bantuan untuk mengangkut bayi-bayi tersebut, meskipun ia berupaya untuk mengatur evakuasi.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore