Dua bayi premature telah meninggal dunia di rumah sakit al-Shifa, karena kehabisan bahan bakar akibat serangan Israel. (Aljazeera)
JawaPos.com- Serangan Israel yang makin memanas menyebabkan infrastruktur di Gaza rusak hingga hancur. Israel juga membobardir Rumah Sakit terbesar di Gaza yakni al-Shifa. Hal itu mengakibatkan beberapa unit perawatan berhenti karena kekurangan listrik.
Informasi terbaru yang dilansir dari Al Jazeera, dua bayi premature telah meninggal dunia di rumah sakit al-Shifa. Dua bayi tersebut meninggal setelah unit perawatan insentif neonatal (usia bayi 28 hari) terhenti.
Sementara, di rumah sakit tersebut terdapat 37 bayi lagi yang membutuhkan perawatan intensif. Jika Rumah Sakit kehabisan bahan bakar, resiko kehilangan nyawa makin besar.
Direktur Mohammed Abu Salmiya mengatakan bahwa Rumah sakit telah kehilangan dua bayi karena pemadaman listrik. Sementara di incubator membutuhkan listrik untuk mendapatkan suhu yang hangat dan aliran oksigen yang konstan. Namun, Rumah Sakit al-Shifa telah dikepung dan menjadi sasaran serangan sengit Israel.
“Mereka meninggal karena suhu rendah dan kekurangan oksigen. Kami sekarang menggunakan metode primitif untuk menjaga mereka tetap hidup,” katanya.
Dia juga memperingatkan bahwa listrik di rumah sakit al-Shifa akan bertahan hingga pagi. Jika listrik padam, bayi-bayi yang baru lahir tersebut akan meninggal saa seperti kedua bayi tersebut.
Menurut Abu Salmiyah pihak rumah sakit telah mencoba untu mengatur evakuasi dengan Palang Merah, namun masih belum ada kejelasan terkait dengan bantuan tersebut.
Jika nantinya ada bantuan dari pihak Palang Merah, Abu Salmiyah ingin memastikan bahwa jalan keluar yang dilalui untuk evakuasi bayi aman.
“Saat kami berkomunikasi dengan Palang Merah, meminta perlindungan dari mereka, mereka memberi kami izin untuk memindahkan bayi-bayi tersebut ke tempat lain dalam waktu satu jam. Kami membutuhkan jalan keluar yang aman dan transportasi yang aman dengan ambulans dan inkubator untuk menjaga mereka (bayi-bayi tersebut) tetap hidup. Jika jaminan ini diberikan oleh Palang Merah, kami akan melakukan hal ini,” jelasnya.
Baca Juga: Protes Aksi Pemboman Israel Terhadap Gaza, Ratusan Ribu Orang Bela Palestina Berunjuk Rasa di London
Abu Salmiya membantah bahwa militer Israel menawarkan bantuan untuk mengangkut bayi-bayi tersebut, meskipun ia berupaya untuk mengatur evakuasi.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
