Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 November 2023 | 21.31 WIB

Ribuan Warga Israel Demo Tuntut PM Benjamin Netanyahu Lengser, Ini Penyebabnya  

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menghadiri pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden (tidak dalam gambar) di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023.

JawaPos.com-Warga Israel ingin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundurkan diri karena serangan Hamas pada 7 Oktober dan penanganannya terhadap perang di Gaza saat ini.

Sebelumnya, Netanyahu mendapat gelombang protes dan kritik yang terus meningkat terhadap pemerintah sayap kanannya sebelum serangan Israel ke Gaza dimulai. Kini, gelombang protes tersebut meningkat dalam sebulan terakhir imbas perang yang telah menewaskan sekitar 11.000 orang, termasuk sekitar 1.400 orang di Israel.

Dilansir JawaPos.com dari The National, protes menyebar ke seluruh Israel, termasuk di luar rumah PM Israel itu di Caesarea, di mana para demonstran menyerukan pada hari Sabtu (4/11) waktu setempat untuk gencatan senjata dan pembebasan para sandera yang dilakukan oleh pihak Hamas.

Demonstrasi diadakan di seluruh Israel selama akhir pekan, termasuk di Haifa, Eilat, Beersheba dan Tel Aviv. Keluarga para tawanan Israel yang disandera oleh Hamas pun tidur di depan markas tentara di pusat kota Tel Aviv.

"Perdana Menteri, pada tanggal 7 Oktober Anda telah meninggalkan kami. Kami tidak akan membiarkan Anda meninggalkan mereka yang diculik dan hilang sekarang. Bawa mereka kembali," sebut salah satu media Israel mengutip pernyataan salah satu kerabat korban penyanderaan.

Ella Ben-Ami, 23 tahun, yang orang tuanya diculik, mengatakan kepada AP bahwa ia meminta Netanyahu bertanggung jawab dan menyerukan agar semua bantuan kemanusiaan ke Gaza dihentikan sampai para sandera dibebaskan.

Kerabat dari warga Israel yang terbunuh dan disandera oleh Hamas telah mengecam Netanyahu karena dianggap bertanggung jawab atas peristiwa 7 Oktober.

Ayah dari Shani Louk, seorang wanita Jerman-Israel yang diculik di festival musik Nova dan kemudian dinyatakan tewas, menyalahkan pemerintah atas kematiannya dan mengatakan bahwa Netanyahu memikul "banyak tanggung jawab" atas apa yang terjadi.

"Jika Perdana Menteri datang ke rumah saya, saya akan menyuruhnya pergi," kata Nissim Louk kepada media Israel pekan lalu.

Israel masih terguncang oleh serangan terburuk dalam sejarahnya yang menyebabkan lebih dari setengah juta orang mengungsi di perbatasan utara dan selatannya, menurut pihak militer.

Netanyahu menyalahkan tentara dan dinas intelijen Shin Bet atas serangan-serangan tersebut dan mengundang kecaman luas karena secara terbuka menuduh mereka melakukan kegagalan keamanan dalam sebuah tweet yang kini telah dihapus.

Netanyahu menggunakan media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter, pekan lalu untuk menyangkal klaim bahwa ia telah diperingatkan akan adanya serangan Hamas, dengan mengatakan bahwa tentara dan badan intelijen telah berulang kali mengatakan bahwa kelompok militan tersebut telah "dihalangi" dan tidak menimbulkan ancaman keamanan yang segera terjadi di wilayah Israel.

Dia juga dikritik keras karena tidak menghadiri satu pun pemakaman warga Israel yang dibunuh oleh Hamas. "Dukungan untuk Netanyahu dan koalisinya sudah berkurang bahkan sebelum tanggal 7 Oktober, dan sejak pecahnya perang, dukungan tersebut semakin berkurang," kata Toby Greene, seorang dosen politik di Universitas Bar-Ilan Israel dan peneliti di London School of Economics, kepada AFP. "Jika pemilihan umum diadakan sekarang, dia akan kalah telak," imbuh Toby. (*)

-

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore