Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 16.41 WIB

Alasan Masjid Al Aqsa yang Diperebutkan Israel – Palestina, Ternyata Menyimpan Sejarah Bagi Tiga Agama Abraham

Tentara Israel melakukan penyerangan di Kompleks Masjidil Al Aqsa di Jerusalem, Palestina. - Image

Tentara Israel melakukan penyerangan di Kompleks Masjidil Al Aqsa di Jerusalem, Palestina.

JawaPos.com–Berada di Kota Tua Jerusalem, Palestina, Masjid Al Aqsa memiliki sejarah panjang bagi umat muslim, Kristen, dan Yahudi. Tempat itu menjadi saksi dalam konflik berkepanjangan penganut tiga agama Abraham tersebut.

Bangunan suci itu menjadi sumber konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Pemicu utama terjadi setelah bangsa Israel yang merupakan kaum Yahudi Eropa, datang memasuki tanah Palestina.

Bagi umat muslim, Masjid Al Aqsa merupakan kiblat pertama sebelum adanya Makkah dan dianggap sebagai saksi bisu perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Palestina. Sedangkan, umat Kristen dan Yahudi percaya bahwa peristiwa Abraham (Ibrahim) yang hendak menyembelih putranya juga dilakukan di tempat tersebut. Selain itu, di sekitar kompleks masjid juga berdiri situs tersuci dalam Yudaisme yaitu Temple Mount atau situs kuil yang berisi Ruang Maha kudus atau tempat bersemayam Tuhan.

Baik warga Israel maupun Palestina mengutip sejarah mereka di tempat suci tersebut sebagai bukti klaim mereka atas Jerusalem.

Singkatnya, Pada 637 pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab umat muslim mengambil alih kepemimpinan atas Jerusalem dari tangan Romawi Timur yang kalah dalam perang. Mulanya kompleks reruntuhan Masjid Al Aqsa atau yang dikenal Baitul Maqdis oleh umat muslim ditemukan Umar dalam keadaan tak terawat. Kemudian, pada 691 masa Kekhalifahan Umayyah mulai didirikan beberapa bangunan di tanah Masjid Al Aqsa.

Bangunan itu kemudian dikenal sebagai Qubah Shakhrah atau Kuba Batu. Pembangunan itu selesai pada 692 M dan menjadi salah satu bangunan Islam tertua di dunia.

Namun pada 1099, tentara Salib dari Eropa yang tiba di Jerusalem secara mengejutkan membantai 40 ribu orang Yahudi dan Islam. Hal itu kemudian menjadikan kemenangan umat Kristen pada Perang Salib Pertama.

Pada waktu itu pengelolaan Masjidil Al Aqsa akhirnya lepas dari tangan umat muslim. Al Aqsa kemudian diubah menjadi istana dan dinamakan Templum Domini atau Kuil Tuhan.

Tak berselang lama terjadi lagi Perang Salib Kedua. Kaum muslim berhasil mengalahkan kaum Kristen dan mengambil ahli kembali Masjid Al Aqsa pada masa kepemimpinan Shalahuddin Al Ayyubi.

Setelah peperangan tersebut Salahuddin membagi wilayah Palestina menjadi tiga kelompok yakni kelompok Islam, kelompok Kristen dan Yahudi. Ketiga agama itu akhirnya bisa kembali hidup rukun berdampingan.

Namun, lagi-lagi tanah yang damai dan makmur pada masa kekhalifahan Islam selama berabad-abad porak poranda setelah datangnya bangsa Israel ke Palestina. Kerukunan tersebut hingga saat ini tidak pernah kembali. Perang antara Israel- Palestina, terus-menerus terjadi tanpa henti hingga kembali memanas baru-baru ini.

Terbaru, menurut pernyataan Hamas, Pemerintahan Israel mengizinkan kelompok Yahudi untuk menodai Masjid Al Aqsa, hal ini merujuk pada niat Yahudi untuk mendirikan kuil mereka.

Hal itu yang kemudian memantik amarah warga Palestina dan Hamas yang merupakan kelompok bersenjata Palestina menyatakan perang untuk pembebasan Palestina agar dapat membawa lagi kedamaian.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore