Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Maret 2021 | 18.46 WIB

Penderita Down Syndrome Eksis di Tengah Keterbatasan

PERCAYA DIRI: Raechel Benson, remaja 17 tahun penderita down syndrome, berpose dalam satu sesi Miss Washington Teen pada 16 Maret lalu. (King5.com) - Image

PERCAYA DIRI: Raechel Benson, remaja 17 tahun penderita down syndrome, berpose dalam satu sesi Miss Washington Teen pada 16 Maret lalu. (King5.com)

Setiap 21 Maret diperingati sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. Kisah mereka tak lagi sebatas mencari simpati. Dengan upaya sendiri, sebagian di antara mereka kini mampu menjadi sosok yang menginspirasi.

---

’’INI dilakukan untuk menunjukkan bakat saya.’’ Raechel Benson dengan percaya diri memberikan pernyataan tersebut saat diwawancarai KING 5. Dia menjadi salah seorang kontestan Miss Washington Teen USA 2021. Raechel mewakili North Seattle. Siswi di Shorewood High School, Shoreline, itu suka bermain peran, bernyanyi, dan mendesain baju. Dia bercita-cita menjadi fashion designer. Gaun malam yang akan dikenakannya saat final pun didesain sendiri.

Gadis 17 tahun tersebut menjadi sorotan bukan karena yang tercantik atau memiliki segudang bakat. Melainkan karena dia istimewa. Raechel adalah penyandang down syndrome. Dia adalah orang pertama dengan down syndrome yang mengikuti ajang kecantikan tersebut. Kontes untuk menentukan Miss Washington Teen bakal dihelat pada 21 Maret. Meski berbeda dengan kontestan lainnya, Raechel tetap bersaing dengan menegakkan kepala.

’’Ini tentang kepercayaan diri,’’ ujarnya. Foto yang dipajang di website Miss Washington Teen USA pun menunjukkan kepercayaan dirinya. Dia hanya mengenakan kaus, tanpa make-up, dan berkacamata. Padahal, semua kontestan lainnya memakai riasan yang rata-rata cukup tebal.

Terlepas dari bakat dan kepercayaan dirinya, Raechel juga dikenal sebagai pribadi yang penyayang dan gampang berteman. Orang tuanya, Paula dan Andrew Benson, menyatakan bahwa Raechel adalah orang yang optimistis dan tak pernah berpikiran buruk kepada orang lain. Mereka memperbolehkan putrinya ikut kontes karena banyaknya dukungan dan penerimaan yang diterima Raechel.

’’Raechel Benson menunjukkan kepada kontestan lainnya seperti apa kepercayaan diri yang sejati itu,’’ kata Co-Executive Producer Pageants NW Maureen Francisco. Pageants NW merupakan lembaga yang mengadakan berbagai kontes kecantikan, termasuk Miss Washington Teen.

Prestasi yang tak kalah membanggakan juga ditorehkan Jessica Lonergan. Sama dengan Raechel, Lonergan adalah penderita down syndrome. Lonergan lahir prematur serta mengalami pendarahan otak dan cerebral palsy. Dokter juga memastikan dia terkena down syndrome.

Tahun-tahun awal kehidupan Lonergan diisi dengan keluar masuk rumah sakit untuk operasi. Di tubuhnya ada 4 batang penyangga tulang dan 28 sekrup. Dokter memvonis bahwa Lonergan tak akan bisa berjalan, membaca, dan menulis.

Kini, setelah 22 tahun berlalu, vonis dokter itu bisa dipatahkan. Gadis asal Skagit County, Washington, tersebut tak hanya bisa berjalan, membaca, dan menulis. Dia juga berhasil lulus dari Skagit Valley College (SVC). Itulah satu di antara tiga college yang menawarkan INVEST, program lanjutan untuk meningkatkan pendidikan kejuruan dan pelatihan kemampuan sosial. Program yang berjalan selama dua tahun tersebut membantu mempersiapkan Lonergan memasuki dunia kerja.

Lonergan lulus tahun ini. Dia juga meraih penghargaan dari Washington Association of College Trustees (ACT). Lonergan mendapatkan Penghargaan untuk Mengubah Kehidupan 2021. ’’Ada tempat untuk setiap orang,’’ tutur Wakil Dewan Pengawas Skagit Valley College Flora Perez-Lucatero.

Ibu Lonergan, Joy, menyebut putrinya sebagai keajaiban. Dia luar biasa bangga dengan capaian Lonergan saat ini.

Boneka Down Syndrome pun Jadi Rebutan


Beda itu biasa. Tapi, menghargai perbedaan sulitnya luar biasa. Itu terjadi karena anak-anak kerap tidak diajari menghargai perbedaan sejak dini. Nicole Ybarrondo dan Sheila Correa dari Bend, Oregon, AS, ingin mengubah hal tersebut. Mereka mendirikan perusahaan bernama Little Wonder & Co yang menjual boneka dengan berbagai ras dan keistimewaan. Salah satunya, boneka down syndrome.

’’Boneka down syndrome itu termasuk salah satu best seller kami,’’ ujar Correa seperti dikutip KTVZ. Salah satu konsumennya dari Illinois mengunggah video ketika putrinya yang down syndrome mendapatkan boneka dari Little Wonder & Co. Reaksi anak tersebut viral di TikTok dan dilihat 5 juta orang dalam 48 jam.

Correa mengungkapkan bahwa boneka yang mereka jual saat ini didesain di AS dan dibuat di Spanyol. Rencananya, Little Wonder & Co merilis boneka down syndrome buatan mereka sendiri tepat pada 21 Maret. Boneka tersebut akan berambut pirang.

Boneka-boneka down syndrome yang paling disoroti adalah buatan Miniland. Perusahaan yang ada di Onil, Alicante, Spanyol, itu terkenal sejak tahun lalu. Saat itu mereka membuat empat jenis boneka down syndrome laki-laki dan perempuan. Ada yang berkulit putih, hitam, dan cokelat seperti orang Asia.

Baca Juga: Bandingkan dengan Sinovac, Ahli Hongkong Puji Vaksin Pfizer-BioNTech

Mereka diyakini sebagai boneka down syndrome pertama yang pernah diproduksi. Koleksi boneka down syndrome itu bahkan mendapatkan gelar sebagai Best Toy of 2020 dari Asosiasi Perusahaan Mainan Spanyol (AEFJ).

Awalnya perusahaan tidak yakin bahwa boneka tersebut bakal diterima masyarakat. Sebab, ia tidak diproduksi untuk anak down syndrome saja, tapi juga dijual untuk semua anak di dunia. Mereka bertujuan membantu anak-anak memahami nilai hidup berdampingan melalui bermain dan juga mempromosikan empati dan toleransi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/5GAoy3_Kjpk

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore