Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Maret 2021 | 23.06 WIB

Disuntik Vaksin AstraZeneca, PM Inggris: Saya Tak Merasakan Apa-apa

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Jumat (19/3) waktu setempat menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca. Dia kemudian mendesak masyarakat untuk melakukan hal yang sama. Setelah disuntik vaksin tersebut, Johnson mengatakan tidak merasakan apa-apa.

Johnson, 56, menerima vaksin di rumah sakit yang sama tempat dia hampir setahun lalu dimasukkan ke unit perawatan intensif dan diberi oksigen melalui selang di hidungnya karena tertular Covid-19 dan jatuh sakit parah. "Saya benar-benar tidak merasakan apa-apa. Itu sangat baik, sangat cepat," kata Johnson setelah menerima suntikan di Rumah Sakit St Thomas di London.

"Saya sangat merekomendasikannya. Kalau Anda mendapat pemberitahuan untuk menerima vaksin, pergilah untuk disuntik, itu yang terbaik bagi Anda, terbaik untuk keluarga Anda dan untuk semua orang," jelas Johnson.

Inggris pada Jumat (19/3), memecahkan rekor pemberian terbanyak suntikan vaksin Covid-19 dalam satu hari. Hampir setengah dari semua penduduk usia dewasa telah menerima satu dosis sehingga menjadikan Inggris sebagai salah satu negara tercepat di dunia yang melancarkan program vaksinasi.

Keberhasilan itu telah membantu Partai Konservatif yang berkuasa kembali unggul dari oposisi utama Partai Buruh dalam jajak pendapat, setelah perdana menteri tahun lalu dituduh bertindak terlalu lambat untuk menghentikan penyebaran virus Korona.

Johnson menerima vaksin AstraZeneca ketika negara-negara Eropa juga kembali menggunakan vaksin AstraZeneca setelah badan-badan pengawas obat mengatakan manfaat vaksin tersebut lebih besar daripada risikonya. Sebelum itu, laporan bermunculan soal kasus pembekuan darah pada sejumlah orang yang menerima vaksin AstraZeneca.

Beberapa negara, termasuk Jerman dan Prancis, membatalkan keputusan mereka untuk sementara waktu menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah laporan sekitar 30 kasus langka soal pembekuan darah di otak membuat para ilmuwan dan pemerintah bergulat untuk memastikan kemungkinan kaitan kasus itu. Vaksin AstraZeneca yang dikembangkan oleh para ilmuwan di Universitas Oxford, juga menjadi pusat ketegangan antara Inggris dan Uni Eropa, setelah Brussels menyatakan kemarahannya atas kurangnya pengiriman vaksin yang berasal dari Inggris tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=V4uVNN70uXo

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore