Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 18.13 WIB

Rusuh! Massa Menyerbu Bandara Dagestan di Rusia untuk Cari Penumpang Yahudi dari Israel

Para perusuh di bandara memegang poster bertuliskan, “Kami menentang pengungsi Yahudi”.

JawaPos.com - Telah terjadi penyerbuan di bandara di Makhachkala yang dilakukan oleh masyarakat wilayah Dagestan untuk mencari penumpang Yahudi yang datang dari Israel.

Sebelumnya juga telah terjadi hal yang sama beberapa hari yang lalu, masyarakat setempat mengepung sebuah hotel untuk mencari tamu Yahudi.

Dilansir dari The Guardian, Senin (30/10), kini mereka menyerbu bandara setelah muncul laporan bahwa ada penerbangan dari Tel Aviv yang tiba di kota tersebut.

Penumpang dari penerbangan tersebut terpaksa mengungsi di pesawat atau bersembunyi di bandara karena takut diserang.

Otoritas kesehatan setempat mengatakan 20 orang terluka, termasuk dua orang dalam kondisi kritis, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan ratusan pemuda, beberapa di antaranya membawa bendera Palestina atau plakat yang mengecam Israel, menyerbu ke landasan bandara internasional Makhachkala dan naik ke pesawat yang berhenti beroperasi, berusaha menerobos jendela.

Karyawan maskapai penerbangan terlihat mendorong penumpang kembali ke dalam pesawat ketika kerumunan orang mendekati pesawat. Rusia menutup bandara Makhachkala pada Minggu malam karena “penyusup” di bandara.

“Ini kaptenmu, ada massa yang marah di luar yang tidak tahu dari mana kami berasal dan mengapa kami ada di sini, mungkin saja kami juga akan diserang,” kata salah satu pengumuman

Kerusuhan tersebut tampaknya terinspirasi oleh sejumlah postingan di platform media sosial Telegram, di mana para pengikutnya diberitahu bahwa sebuah penerbangan dari Tel Aviv akan tiba malam itu bersama pengungsi dari Israel.

Beberapa tanda yang dipegang para perusuh berbunyi, “Kami menentang pengungsi Yahudi,”polisi pun berdiri ketika ratusan pengunjuk rasa menyerbu terminal utama bandara, memasuki area terlarang dan menuntut petugas bea cukai mengarahkan mereka ke arah penumpang yang datang.

Pengikut Utro Dagestan, salah satu akun Telegram yang secara rutin memuat berita bercampur teori konspirasi, diperintahkan untuk mengepung bandara setempat, menginterogasi penumpang yang datang dan menuntut agar mereka mengecam pemerintah Israel.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore