Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 13.21 WIB

Amerika Serikat Luncurkan Program Energi Bersih untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah

Pemerintah Amerika Serikat luncurkan program kredit untuk rumah tangga agar dapat menjangkau panel surya sebagai sumber energi terbarukan. (Sumber: Unsplash/American Public Power Association) - Image

Pemerintah Amerika Serikat luncurkan program kredit untuk rumah tangga agar dapat menjangkau panel surya sebagai sumber energi terbarukan. (Sumber: Unsplash/American Public Power Association)

JawaPos.com - Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan solusi untuk rumah tangga yang memiliki pendapatan rendah agar dapat mengadopsi teknologi hemat energi.

Pada Kamis (19/10), pemerintahan Biden mengumumkan pendanaan sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun agar rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Amerika Serikat dapat mengadopsi teknologi yang lebih hemat energi dan tahan terhadap perubahan iklim.

Pemerintah juga akan mulai menerima permohonan pada Kamis (19/10) untuk program kredit baru yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memasang panel kecil tenaga surya dan angin.

Kedua program tersebut didanai melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi.

Teknologi baru seperti pompa dan panel surya yang dapat menghemat energi, dapat menurunkan tagihan listrik, dan dapat mencegah emisi gas rumah kaca yang seringkali memiliki harga yang lebih mahal saat pemasangan awal.

Meskipun biaya cenderung turun seiring berjalannya waktu dengan semakin besarnya masyarakat yang mengadopsi program ini, hal ini biasanya membuat rumah tangga berpendapatan rendah berada di urutan terakhir.

Program-program ini bertujuan untuk membalikkan keadaan dengan menawarkan insentif kepada pemilik properti dan pengembang agar mempermudah penerapan teknologi ini ke rumah mereka.

USD 100 juta yang setara dengan Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk membuat 1.500 rumah 'zero energy' melalui pinjaman dan hibah.

Departemen Energi mendefinisikan rumah tanpa energi sebagai rumah yang 'sangat hemat energi sehingga sistem energi terbarukan dapat mengimbangi sebagian besar atau seluruh penggunaan energi tahunan rumah tersebut'.

Para penerima bantuan mungkin menggunakan dana tersebut untuk memasang panel surya atau memperkuat atap dengan pemasangan yang lebih baik, misalnya.

Mereka juga akan diminta berupaya untuk mendapatkan sertifikasi keberlanjutan lingkungan misal seperti sertifikasi LEED.

Sertifikasi LEED adalah sistem peringkat dalam pembangunan rumah yang ramah lingkungan yang telah diterapkan di banyak negara di seluruh dunia.

"Ini benar-benar akan membawa perumahan yang dibangun pada 1970-an ke dalam abad ini sebagai upaya mempersiapkan masa depan yang tangguh di tahun-tahun mendatang," kata Adrianne Todman, wakil sekretaris Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan, dalam konferensi pers dilansir dari The Verge.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore