Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Oktober 2023 | 01.03 WIB

Gaza Terancam Diserang Epidemi Akibat Bombardeman dan Blokade Israel

Sejumlah peserta aksi membakar bendera Israel saat aksi solidaritas Palestina di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/10/2023).  (ANTARA) - Image

Sejumlah peserta aksi membakar bendera Israel saat aksi solidaritas Palestina di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/10/2023). (ANTARA)

JawaPos.com - Seorang pejabat  kesehatan Palestina memperingatkan bahaya  epidemi di seluruh Jalur Gaza sebagai dampak  perang Israel melawan Hamas, dikutip dari ANTARA.

"Tingkat pencemaran air yang digunakan warga di Jalur Gaza sangat tinggi," kata Rami Al-Abadia, direktur departemen layanan kesehatan dasar pada Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.

"Penggunaan air kontaminasi selama sepekan ini menimbulkan sejumlah kasus diare pada anak-anak yang berada di pusat-pusat penampungan," kata dia.

Baca Juga: Lewati Babak Pertama Denmark Open 2023, Ginting Evaluasi Kesalahan-kesalahannya

Al-Abadia menandaskan orang-orang yang berada di pusat-pusat penampungan kekurangan alat kebersihan pribadi, sampai menimbulkan sejumlah kasus penyakit kulit.

Dia juga mengingatkan tumpukan sampah di jalanan mengingat Gaza menghasilkan 2 ribu ton sampah setiap hari dan petugas sanitasi tak bisa bekerja karena pemboman besar-besaran Israel.

Memasuki hari keepuluh konflik dengan Hamas, Israel terus membombardir dan memblokade Jalur Gaza.  Sudah lebih dari satu juta orang atau hampir separuh total penduduk Jalur Gaza mengungsi, kata Badan Pemulihan dan Pekerjaan untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Baca Juga: Bedah Putusan MK Soal Batas Usia Capres Cawapres, Yusril Mengaku Terkecoh

Gaza mengalami krisis kemanusiaan mengerikan tanpa listrik, sementara pasokan air, makanan, bahan bakar dan obat-obatan mulai menipis ketika warga sipil pindah ke wilayah selatan setelah Israel memerintahkan mereka meninggalkan bagian utara Gaza.

Pertempuran dimulai ketika pada 7 Oktober Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa, serangan mendadak ke segala penjuru termasuk serentetan tembakan roket dan penyusupan ke Israel melalui darat, laut dan udara. 

Serangan dilancarkan sebagai balasan setelah Masjid Al-Aqsa disebut Israel dan akibat kekerasan terhadap warga Palestina yang dilakukan Israel yang terus meningkat.

Baca Juga: Gara-Gara Kecanduan Judi Online, Seorang Pria Gelapkan Uang Perusahaan Rp 1,1 Miliar

Sebagai balasan militer Israel meluncurkan Operasi Pedang Besi dengan menargetkan Hamas di Jalur Gaza.

Paling sedikit 2.808 warga Palestina, termasuk 750 anak-anak tewas akibat serangan udara Israel di Gaza.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore