Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Oktober 2023 | 02.06 WIB

Limbah Elektronik Dunia Capai 9 Juta Ton, Termasuk Vape

Limbah rokok elektronik sebagai salah satu sumber limbah terbesar di dunia. (Sumber: Getty Images/Peter Dazeley) - Image

Limbah rokok elektronik sebagai salah satu sumber limbah terbesar di dunia. (Sumber: Getty Images/Peter Dazeley)

JawaPos.com - Barang elektronik yang tidak terpakai sudah lama menjadi masalah utama dalam lingkungan. Salah satunya adalah vape, barang kecil yang dibawa ke mana-mana ini salah satu barang elektronik yang tidak dapat didaur ulang.

Limbah elektronik yang kecil, mulai dari vape hingga mainan dan kabel menjadi tumpukan sampah elektronik yang menjadi masalah. Sebuah analisis baru menunjukkan barang elektronik kecil menjadi salah satu sumber masalah lingkungan.

Contohnya vape. Berat semua vape yang dibuang setiap tahun di seluruh dunia setara dengan tiga jembatan Brooklyn, menurut perkiraan para analis.

 
Secara keseluruhan vape dan barang konsumen berukuran kecil yang 'tidak terlihat' menyumbang sampah seberat sembilan miliar kilogram per tahun. Selain vape ada sikat gigi elektrik, drone, dan barang elektronik kecil lainnya.
 
Masalah dalam membuang barang-barang tersebut adalah karena barang tersebut sering kali mengandung bahan berbahaya seperti merkuri yang mungkin keluar dari tempat pembuangan sampah dan mencemari tanah dan air.
 
Jika barang-barang tersebut dapat didaur ulang, produsen dapat memperoleh kembali emas dan bahan berharga lainnya. Hal ini mengurangi limbah elektronik dan bahkan berpotensi mengurangi kebutuhan menambang bahan mentah sebanyak mungkin.
 
 
Meskipun peralatan elektronik dan komponen komputer yang dibuang telah menimbulkan masalah selama beberapa dekade, analisis baru ini menyoroti tren yang sering diabaikan dan telah berkembang menjadi masalah global.
 
"Konsumen sering kali tidak menyadari bahwa beberapa barang mengandung komponen elektronik, sehingga barang-barang tersebut berakhir di tempat yang kurang tepat, dan ini merupakan kerugian," kata Magdalena Charytanowicz, manajer komunikasi untuk organisasi nirlaba Limbah Peralatan Listrik dan Elektronik Forum (WEEE) dalam sebuah konferensi pers.
 
Kerugian karena barang elektronik yang tidak didaur ulang ini mencapai USD 9,5 miliar atau setara dengan Rp 149 triliun, di mana sebagian besar karena material besi, tembaga, dan emas yang tidak digunakan kembali oleh produsen dan terbuang secara sia-sia.
 
 
Vape yang berakhir di sampah mengandung litium, mineral utama baterai yang sangat dibutuhkan dunia untuk beralih ke energi dan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Dan hal ini menjadi perhatian para analis.
 
"Jutaan rokok elektronik dibuang ke tempat sampah setiap minggunya, ini merupakan masalah yang sangat memprihatinkan," kata direktur jenderal Forum WEEE, Pascal Leroy dalam konferensi pers.
Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore