Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2020 | 10.41 WIB

Rumor Kematian Presiden Korea Utara Kim Jong Un Bisa Picu Perang

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Aktivitas militer di Korea Utara menunjukkan peningkatan ketegangan. Hal itu menyusul kabar kematian pimpinan mereka, Kim Jong Un yang baru saja menjalani operasi kardiovaskular.

Jika sang diktator meninggal, dikhawatirkan akan terjadi krisis di Korea Utara di mana sebagian masyarakat angat mungkin untuk melakukan pemberontakan. Bahkan bukan tidak mungkin terjadi perang saudara. Pasalnya, tahta penerus tongkat estafet kepemimpinan Kim Jong Un akan diperebutkan. Salah satu kandidat terkuatnya adalah sang adik perempuan Kim Jong Un.

Ketegangan militer terlihat dari operasi penerbangan angkatan udara seperti dilansir dari Express, Minggu (26/4), Kepala Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo menceritakan bagaimana para pejabat Korea Selatan mendeteksi perubahan perilaku tetangga mereka di tengah pandemi Coronavirus.

"Misalnya kegiatan inspeksi untuk postur kesiapan tempurnya, sebagian besar dari artileri, dan dalam operasi penerbangan pesawat angkatan udara," kata Kepala Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo

Kyeong-doo mengatakan, Pyongyang terus menolak untuk mengadakan pembicaraan damai dengan Korea Selatan. Korea Utara telah melakukan lima kali uji coba senjata utama tahun ini.

Pekan lalu militer Korea Utara telah menembakkan rudal jelajah di lepas pantai timurnya. Dan pada hari yang sama, jet tempur varian Sukhoi dan pesawat tipe MiG diterbangkan di wilayah udara di atas kota Wonsan.

Wakil direktur HKSTV Hong Kong Satellite Television melalui New York Post mengutip sumber yang sangat solid untuk informasi kematian Kim Jong Un. Tetapi pelacakan gambar satelit menunjukkan adanya kereta sang diktator terparkir di resor milik keluarga. Artinya Kim Jong Un ada di sana sedang dalam masa pemulihan untuk menghilangkan rumor.

Presiden AS Donald Trump yang menjuluki Kim Jong-un sebagai 'Rocket Man' menduga laporan intelejen tentang buruknya kesehatan pemimpin Korea Utara itu sesuatu yang salah.

“Saya pikir laporan itu tidak benar, saya harap itu laporan yang salah," kata Trump saat itu.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=dFIExFe5_SA

https://www.youtube.com/watch?v=Xg4Dcl85KEs

https://www.youtube.com/watch?v=nI_SUJ-nk0w

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore