Capres Ekuador, Fernando Villavicensio ditembak mati saat tengah melakukan kampanye. (Reuters)
JawaPos.com - Calon Presiden Ekuador, Fernando Villavicencio tengah menjadi sorotan publik usai gagal mengikuti pemilihan presiden di negara tersebut. Pasalnya, ia tewas ditembak saat sedang melakukan kampanye di Quito pada Rabu (9/8) kemarin.
Hal ini jelas menggemparkan banyak orang, termasuk jajaran pemerintahan definitif saat ini.
"Saya sungguh terkejut, marah dan kaget atas kabar yang menimpa calon presiden Fernando Villavicencio. Solidaritas dan belasungkawa saya kepada istri dan putrinya," ujar Presiden Ekuador, Guillermo Lasso melalui akun Twitter-nya.
Baca Juga: Emosi Dengar Cerita Body Checking ke Bagian Sensitif, Deddy Corbuzier: Bukan Mau Jadi Pemain Bokep
Villavicencio adalah mantan anggota serikat pekerja di perusahaan minyak negara, Petroecuador. Dia lalu menjadi jurnalis yang lantang menyuarakan dugaan kerugian kontrak minyak senilai jutaan dolar.
Ia juga merupakan orang yang vokal mengkritik mantan Presiden Ekuador, Rafael Correa. Akibat dari tindakan tersebut, ia sempat dipenjara selama 18 bulan karena dianggap mencemarkan nama baik.
Fernando Villavicencio memang orang yang kritis dan cukup keras dalam menentang kebijakan negara dan kasus korupsi di Ekuador. Selama periode Correa misalnya dari rentang tahun 2007 hingga 2017 ia mengajukan banyak tuntutan hukum kepada para petinggi saat itu.
Banyak warga Ekuador yang mendukung tindakan dari Fernando Villavicencio untuk membongkar keburukan pemimpin negara yang memang kebijakannya tidak bisa diterima sebagian besar publik Ekuador.
Menurut jajak pendapat yang dikutip dari NBC News, Villavicencio mendapat dukungan 7,5 persen suara masyarakat yang menempatkannya di peringkat kelima dari delapan kandidat capres Ekuador di pilpres 20 Agustus mendatang.
Hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi motif dari pembunuhan Villavicencio. Pelaku dilaporkan tewas ditempat akibat ditembak langsung oleh kepolisian. Belum diketahui motif apa yang melatarbelakangi pembunuhan Villavicencio.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
