Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Februari 2020 | 11.05 WIB

Di India, Perempuan Tak Boleh Pimpin Militer

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Harapan yang terbit bulan lalu itu pupus sudah. Berbeda dengan Mahkamah Agung (MA) yang mendukung kepemimpinan perempuan di militer India, pemerintah justru sebaliknya. Sabtu lalu (8/2), penolakan itu disampaikan kantor perdana menteri.

’’Uji mereka seperti layaknya pria. Jangan kelompokkan mereka dalam kelas yang lain,’’ imbau MA dalam keterangan tertulis sebagaimana dikutip BBC. Dengan demikian, perempuan punya kesempatan untuk menjadi petinggi militer. Juga, terjun ke medan laga sebagai bagian dari pasukan tempur.

Namun, imbauan itu membuat Perdana Menteri (PM) Narendra Modi geram. Lewat keterangan resminya, ada banyak hal yang tidak bisa membuat perempuan sebebas lelaki di medan tempur. Atau, menjadi pemimpin militer. Alasan pertama yang dicantumkan adalah ketidaksiapan mental pria untuk menerima komando dari perempuan.

’’Kedua, mereka juga dibatasi beberapa kondisi alami. Misalnya, hamil, melahirkan, dan membesarkan anak,’’ terang kantor Modi.

Sejarawan militer India Srinath Raghavan langsung bereaksi. Menurut dia, keputusan pemerintah itu tidak relevan lagi. ’’Pelatihan militer seharusnya melahirkan norma dan sikap yang baru,’’ ungkapnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore