Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2020 | 17.35 WIB

Terinjak-injak saat Turuni Tangga, 14 Siswa SD Kakamega Tewas

A group of pupils from Kakamega Primary School in western Kenya wait to be picked up by their parents on February 4, 2020 outside their classrooms. - 14 pupils lost their lives while 39 others were injured following a stampede at Kakamega Primary School o - Image

A group of pupils from Kakamega Primary School in western Kenya wait to be picked up by their parents on February 4, 2020 outside their classrooms. - 14 pupils lost their lives while 39 others were injured following a stampede at Kakamega Primary School o

Senin (3/2) menjadi hari yang kelabu bagi SD Kakamega, Kenya. Siswa yang seharusnya pulang sekolah justru berpulang ke alam baka. Mereka tewas terinjak teman. Berikut tulisan ADIYATMA RAHMADANTO, mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya, yang sedang magang di Jawa Pos.

JawaPos.com - Kepanikan menyergap Andiso, Senin sore (3/2). Perempuan warga Desa Mwiyala, Lurambi, Kenya, itu baru mendapat kabar ada insiden di SD Kakamega. Sebanyak 14 siswa tewas terinjak-injak dan puluhan lainnya luka-luka. Jantung Andiso seperti mau copot. Sebab, di situlah putranya bersekolah.

’’Saya buru-buru ke SD Kakamega untuk mencari tahu apa yang terjadi. Tapi, saya tidak bisa menemukan putra saya,’’ ujar Andiso seperti dikutip media lokal Nation.

Andiso langsung menuju Kakamega County Referral Hospital. Mayoritas korban dirawat di rumah sakit tersebut. Ada banyak orang tua yang senasib dengan Andiso di rumah sakit itu. Sekali lagi, Andiso harus kecewa. Putranya tidak ada di antara korban luka. Dia lalu pergi ke rumah sakit lain. Mulai St Elizabeth Hospital, Mukumu Hospital, hingga Nala Nursing Home. Namun, anak kesayangannya juga tak ada di sana.

Hanya satu tempat yang belum didatangi Andiso, yaitu kamar mayat. Itu adalah tempat terakhir dan paling tidak ingin dia kunjungi. Di tempat itulah dia melihat tubuh anaknya terbujur kaku dan sudah menjadi jenazah.

’’Ketika berangkat tadi pagi, dia meminta saya untuk menjemputnya saat pulang,’’ terang Andiso. Dia tidak pernah menyangka, yang akan dijemputnya adalah jenazah sang putra. Cita-cita putranya untuk menjadi dokter tak akan pernah terwujud.

Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.00. Itu adalah jam pulang sekolah. Ada tiga versi kejadian yang beredar di publik. Media lokal Kenyans yang mewawancarai para siswa kemarin (4/2) melaporkan bahwa pada hari nahas itu guru-guru sedang rapat. Tidak ada yang memonitor siswa. Tiba-tiba saja saat sore, ada guru yang keluar dari ruang rapat dan mengecek siswa.

Photo

MIMPI YANG TERHENTI: Seorang ibu meratapi kematian anaknya di rumah duka Kakamega Hospital, Selasa (4/2) (BRIAN ONGORO / AFP)

Bangunan SD Kakamega terdiri atas lima lantai. Ada dua tangga, satu khusus untuk guru dan satu lagi untuk siswa. Guru yang mengecek siswa tersebut berjalan dengan membawa tongkat. Siswa yang melihatnya ketakutan dan berlarian ke arah sebaliknya. Mereka berdesakan di tangga yang sempit. Saat di tangga lantai 3 itulah, sebagian siswa terjatuh dan terinjak-injak temannya.

The Star Kenya memberitakan lain lagi. Versi salah seorang siswa, saat itu bel pulang berbunyi. Siswa mulai keluar dan berjalan pulang. Ada guru yang meminta mereka berjalan cepat. Karena itu, siswa berlari dan akhirnya terjatuh.

Alphaville Keng’ore, salah seorang korban, mengungkapkan bahwa tragedi itu terjadi karena ada siswa yang tiba-tiba berhenti di lantai 3. Siswa lain di atasnya saling dorong. Mereka berdesak-desakan hingga akhirnya ada yang terjatuh dan terinjak.

’’Kaki saya luka, tapi saya beruntung segera dibawa ke klinik terdekat dan dipulangkan,’’ ujar siswa kelas V itu. Dia menampik kabar bahwa ada guru yang menjadi dalang di balik insiden maut tersebut.

Apa pun itu, soal penyebab pastinya, belum ada yang tahu. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Insiden tersebut kian memilukan karena pada saat kejadian para dokter sedang mogok kerja. Para perawat harus bekerja lembur untuk memastikan puluhan siswa yang luka tertangani. Dokter-dokter itu baru kemarin kembali ke rumah sakit dan membatalkan aksi mogok.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore