Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Januari 2020 | 06.30 WIB

Istri Dubes AS Intip Anak-Anak Pengungsi Timur Tengah Belajar Musik

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sejumlah anak pencari suaka dari negara asing yang berada di Indonesia, harus terbatas keceriaannya karena trauma di negara asal. Salah satu solusinya dengan trauma healing atau penyembuhan trauma dengan bermain musik.

Berdasarkan data UNHCR, ada lebih dari 14 ribu pengungsi dan pencari suaka di Indonesia pada 2018 yang menunggu untuk tempat tinggal permanen. Kebanyakan dari mereka menghindari konflik bersenjata di negara asal dan menderita trauma psikologis, termasuk anak-anak. Kehadiran mereka di Indonesia sebenarnya bersifat sementara. Namun, ternyata memakan waktu hingga bertahun-tahun lamanya. Selain itu, mereka juga tidak mempunyai kepastian masa depan.

Terkait hal itu, kepedulian ditunjukkan Mei Chou Donovan, istri Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan. Dia ikut mengintip aktivitas seru para anak-anak pengungsi bermain musik. Sebagian mendapatkan program pendidikan dari para pengungsi yang tergabung di organisasi komunitas, seperti yang dilakukan Hope Learning Center, di Cisarua, Jawa Barat. Mereka mengajar 120 pengungsi anak-anak dari negara−negara seperti Afghanistan, Pakistan, Iran, Iraq, Yaman, dan Ethiopia untuk mendapatkan pendidikan secara gratis.

Pelajaran musik adalah salah satu yang menjadi perhatian karena bagian integral dari sistem pendidikan di sekolah. Melalui program Music Time dan Hope Learning Center, berkeinginan untuk membantu pengungsi anak-anak menikmati masa-masa mereka di pusat pembelajaran dengan belajar bermain musik.

"Istri dari Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia yang memberi tahu saya tentang kesempatan ini dan saya bersyukur dapat membantu karena saya yakin melalui musik, anak−anak di pengungsian ini paling tidak dapat merasa gembira dan bahagia," kata Presiden Direktur Yamaha Musik Indonesia Mr. Shinichi Takenaga, dalam keterangan tertulis, Senin (27/1).

"Langkah ini membutuhkan guru musik profesional yang harus lulus workshop dan seminar," imbuh Direktur Hope Learning Center Naweed Aieenm

Para murid pun tampil di depan Mei Chou Donovan pada suatu kunjungan. “Saya terkesima mendengarkan suara kegembiraan dari para remaja yang bermain gitar, dan anak−anak yang bermain pianika," ujar Mei Chou Donovan.

Situasi yang dihadapi para pencari suaka dan pengungsi memang tidak mudah. Trauma keadaan di negara asal membuat kondisi psikologis butuh waktu untuk pulih. Dan, kegembiraan sederhana terutama pada anak bisa didapat dengan musik.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore