
This early August 6, 2019 picture released from North Korea
JawaPos - Korea Utara (Korut) kian berani. Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu pada Selasa (6/8) kembali menguji coba misilnya untuk kali keempat dalam dua pekan terakhir. Uji coba tersebut bersamaan dengan latihan militer gabungan antara Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS). Dua negara yang bersekutu itu baru melakukan latihan virtual. Praktik lapangan digelar Minggu mendatang (11/8).
Pyongyang memang sengaja melakukannya. Ia selalu berang setiap kali Seoul dan Washington latihan perang gabungan. Bagi Korut, itu tampak seperti latihan untuk menginvasi negaranya. Setiap tahun Korut melakukan uji coba misil menjelang latihan, tapi tidak pernah pada hari H seperti saat ini.
"Kami sudah memperingatkan beberapa kali bahwa latihan militer gabungan akan mengganjal kemajuan hubungan Korut-AS dan Inter-Korea," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut yang tertulis di KCNA seperti dikutip Agence France-Presse.
Biasanya Korut tak pernah melakukan uji coba tepat saat Korsel-AS menggelar latihan militer gabungan. Mereka juga membuat pernyataan satu jam setelah misil balistik jarak pendek itu ditembakkan, padahal biasanya menunggu keesokan harinya. Para pengamat menilai bahwa Korut sengaja ingin menekan Korsel dan AS.
Sejatinya, saat bertemu di zona demiliterisasi (DMZ) Juni lalu, Jong-un dan Presiden AS Donald Trump sepakat untuk kembali duduk satu meja dan berdialog. Tapi, kini Korut sepertinya enggan melakukannya. Pyongyang menegaskan bahwa dialog yang konstruktif tidak bisa dilaksanakan saat simulasi perang dilakukan dan partner dialognya dijadikan target serangan.
"Tak perlu melakukan dialog yang melelahkan dan tanpa hasil dengan pihak yang tidak punya kesadaran berkomunikasi," tegas Kementerian Luar Negeri Korut.
Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyatakan bahwa Washington menganggap serius uji coba Korut. Tapi, AS harus berhati-hati agar tidak bereaksi berlebihan sehingga membuat pintu diplomasi tertutup sama sekali.
Pernah ke Korut, Tak Ada Bebas Visa
AS tak benar-benar abai dengan yang dilakukan Korut. Pada Senin (5/8) AS menghapuskan kebijakan bebas visa untuk orang asing yang pernah berkunjung ke Korut dan tujuh negara lainnya selama delapan tahun terakhir. Yaitu, terhitung mulai 1 Maret 2011. Tujuh negara lainnya berada di Timur Tengah dan sudah lama masuk daftar hitam AS. Korut adalah yang terbaru.
Ada 38 negara yang masuk daftar istimewa bebas visa AS tersebut. Di antaranya, Korsel, Jepang, dan Prancis. Penduduk mereka bisa masuk AS selama 90 hari tanpa perlu mengurus visa. Mereka yang pernah berkunjung ke Korut dan tujuh negara lainnya itu harus mengajukan visa turis atau bisnis.
Kebijakan baru itu bakal berdampak pada ribuan orang yang pernah berkunjung ke Korut selama beberapa tahun belakangan ini. Itu juga membuat rencana Presiden Korsel Moon Jae-in gagal total. Moon berharap bisa mempromosikan proyek wisata lintas perbatasan antara Korsel dan Korut. Wakil Pemimpin Samsung Electronics Lee Jae-yong juga harus mengurus visa jika ingin ke AS. September lalu dia ikut delegasi Korsel untuk melakukan pertemuan dengan Korut di Pyongyang.
Uji Coba Terbaru Korea Utara
25 Juli: Korut menembakkan dua misil. Salah satu di antaranya mencapai jarak 690 kilometer. Misil tersebut diyakini merupakan teknologi terbaru Pyongyang.
31 Juli: Dua misil ditembakkan sejauh 250 kilometer dan mencapai ketinggian 30 kilometer sebelum jatuh di Laut Jepang.
2 Agustus: Korut kembali menembakkan dua misil yang dinyatakan sebagai bentuk protes atas rencana latihan militer gabungan Korsel-AS.
6 Agustus: Dua misil jarak pendek ditembakkan bersamaan dengan latihan militer gabungan Korut-AS. Misil terbang terbang sejauh 450 kilometer dengan ketinggian 37 kilometer.
Sumber: AFP, BBC

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
