Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 April 2019 | 23.28 WIB

Terinspirasi Duterte, Sri Lanka Mulai Wawancara 47 Calon Algojo

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sri Lanka pada hari Rabu (3/4) mulai mewawancarai 47 pelamar untuk dua posisi sebagai algojo. Dilansir dari South China Morning Post, dua bulan setelah Presiden Maithripala Sirisena mengumumkan akan mengakhiri moratorium eksekusi mati selama 43 tahun, Sri Lanka mencari algojo.

Hukuman mati itu diberlakukan kembali karena terinspirasi oleh gaya Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam perang melawan narkoba.

Seorang pejabat mengatakan, 47 pelamar pria diwawancarai pada hari Rabu dan Kamis, setelah pemerintah mengiklankan lowongan pada bulan Februari. Pejabat itu mengatakan, kandidat yang dipilih harus dilatih di luar negeri.

"Tidak ada orang di Sri Lanka yang pernah melakukan eksekusi. Kami perlu mengirim calon algojo baru ke luar negeri untuk pelatihan," kata pejabat itu.

Kolombo juga belum mengidentifikasi negara mana yang akan dikunjungi untuk memberikan pelatihan. "Tali untuk menggantung orang belum pernah digunakan sama sekali sejak diimpor pada 2015. Tali ini harus diuji dan disertifikasi," kata pejabat itu.

Sebuah iklan yang diterbitkan di Daily News milik Pemerintah Sri Lanka pada bulan Februari memberikan bayaran bulanan sebesar USD 200 ribu untuk seorang algojo. Sebuah bayaran di atas rata-rata untuk pekerjaan pemerintah.

Calon algojo harus orang Sri Lanka, pria, berusia antara 18 dan 45. Memiliki karakter moral yang sangat baik dan kekuatan mental.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore