Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Oktober 2015 | 19.18 WIB

Rusai di Ambang Resesi, Dana Cadangan Akan Habis

ilustrasi - Image

ilustrasi

JawaPos.com- Postur ekonomi Rusia mulai keropos gara-gara resesi yang terjadi setelah tahun 2009. Resesi terjadi akibat harga ekspor energi anjlok dan sanksi-sanksi barat.



Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengaku satu dari dua dana cadangan negara itu akan habis akhir 2015 karena Rusia sedang mengatasi defisit negara di tengah-tengah merosotnya ekonomi.



Pendapatan pribadi turun untuk pertama kali sejak Presiden Vladimir Putin berkuasa 15 tahun lalu.



“Bahwa Dana Cadangan sebesar 4,7 triliun rubel akan berkurang sampai separuh menjelang akhir tahun karena rendahnya harga minyak saat ini.” Demikian dikutip Voice of America, Rabu (28/10)



Siluanov mengatakan tahun 2016 akan menjadi tahun terakhir Rusia bisa menggunakan dana cadangan ini. Setelah itu Rusia tidak akan mempunyai sumber dana semacam ini.



Ketika harga minyak mulai naik pertengahan tahun 2000 an, Rusia memutuskan untuk menyisihkan sebagian keuntungan ekspor minyaknya menjadi dua dana cadangan. Yang kedua, Dana Kesejahteraan Nasional sebesar 4,9 triliun rubel yang umumnya digunakan untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur.



Saat ini mata uang Rusia rubel sedang mengalami tekanan dolar AS. Kurs  bermain di level 65,44 per dolar AS.(voa/ham/JPG)

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore