
Alat untuk menyetrika payudara, batu yang panas
JawaPos.com - Gadis-gadis kecil menjadi sasaran praktik setrika payudara di Inggris. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah pelecehan seksual atau pemerkosaan terjadi pada mereka. Dilansir dari India Today pada Sabtu (26/1), seorang aktivis mengatakan bahwa pelaku penyetrikaan payudara biasanya ibu, bibi, atau nenek anak gadis ketika tumbuh remaja.
Seperti dilansir India Today, pelaku menggunakan batu panas untuk memijat payudara secara berulang-ulang. Ini dilakukan guna menghancurkan jaringan payudara dan memperlambat pertumbuhan payudara.
Sebelumnya, praktik menyeterika dada gadis dengan batu panas untuk menunda pembentukan payudara juga terjadi di Afrika. Namun kini telah menyebar di Inggris dengan dalih untuk melindungi gadis-gadis muda dari perhatian pria yang tidak diinginkan, pelecehan seksual, dan pemerkosaan.
Dilansir dari The Guardian, komunitas pekerja di London, Yorkshire, Essex, dan West Midlands mengemukakan bahwa kasus-kasus yang dialami gadis-gadis pra-remaja merupakan keluarga imigran yang berasal dari beberapa negara Afrika. Mereka rentan menjadi sasaran praktik yang menyakitkan, kasar, dan sia-sia itu.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggambarkan, praktik ini sebagai satu dari lima kejahatan global yang tidak dilaporkan terkait dengan kekerasan berbasis gender. Para pelaku, biasanya para ibu, menganggapnya sebagai tindakan tradisional guna melindungi anak perempuan dari perhatian pria yang tidak diinginkan, pelecehan seksual, dan pemerkosaan.
Namun para ahli medis dan korban menyebut, praktik itu justru menyebabkan luka fisik dan psikologis, infeksi, ketidakmampuan menyusui, kelainan bentuk, hingga kanker payudara.
Seorang aktivis komunitas mengatakan, ia mengetahui terdapat 15-20 kasus baru-baru ini di Croydon, selatan London. "Ini biasanya dilakukan di Inggris, bukan di luar negeri, seperti mutilasi (sirkumsisi, Red) alat kelamin perempuan," katanya.
"Kadang-kadang mereka melakukannya seminggu sekali, atau dua minggu sekali, tergantung bagaimana hasilnya," tambahnya.
Kepala Kelompok Diaspora Came Women and Girls Development Organisation (Cawogido) Margaret Nyuydzewira mengatakan, setidaknya 1.000 perempuan dan anak perempuan di Inggris menjadi sasaran intervensi. Tetapi sayangnya belum ada studi sistematis atau pengumpulan data formal.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
