
Guatemala membuka kedutaan besarnya di Yerusalem pada 16 Mei 2018, hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat meresmikan kedutaan barunya di kota yang diperebutkan itu
Jawapos.com - Guatemala membuka kedutaan besarnya di Yerusalem pada 16 Mei 2018, hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat meresmikan kedutaan barunya di kota yang diperebutkan itu. Dilansir dari reuters beberapa waktu yang lalu, langkah tersebut membuat geram warga Palestina dan menuai kecaman internasional.
Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem menimbulkan pertumpahan darah rakyat Palestina. Di hari yang sama dengan pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem, tentara Israel menembak mati puluhan pengunjuk rasa Palestina di perbatasan Gaza.
Namun Pemerintah Guatemala tak peduli dengan fakta menyakitkan tersebut. Presiden Guatemala Jimmy Morales dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap menghadiri pembukaan Kedutaan Guatemala di sebuah kompleks perkantoran di Yerusalem Barat.
"Bukan sebuah kebetulan bahwa Guatemala membuka kedutaan besarnya di Yerusalem tepat di antara yang pertama. Anda adalah negara kedua yang mengakui keberadaan Israel,” kata Netanyahu pada upacara itu.
Morales mengatakan, Guatemala, Israel, dan Amerika Serikat berbagi persahabatan, keberanian, dan kesetiaan.
Guatemala adalah salah satu dari sedikit negara yang mendukung keputusan Trump pada bulan Desember untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan jadi negara kedua yang memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.
Status Yerusalem adalah salah satu hambatan paling sulit untuk mewujudkan perjanjian damai antara Israel dan Palestina. Kilas baliknya, Yerusalem Timur, dicaplok oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967, sebagai ibu kota mereka.
Israel menganggap semua kota, termasuk sektor timur yang dicaploknya setelah konflik 1967, sebagai ibu kotanya. Negosiator senior Palestina Saeb Erekat mengatakan, Pemerintah Guatemala telah memilih untuk berdiri di sisi sejarah yang salah, berpihak pada pelanggar hukum internasional dan hak asasi manusia, dan mengambil langkah bermusuhan terhadap rakyat Palestina dan dunia Arab.
Sebagian besar kekuatan dunia tidak mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota dan mengatakan status akhirnya harus ditetapkan dalam negosiasi damai. Pada hari Amerika Serikat meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem, tembakan Israel menewaskan 60 warga Palestina selama protes perbatasan Gaza. Itu adalah hari paling berdarah di kantong yang dikelola pejuang Hamas sejak perang 2014 dengan Israel.
Para pemimpin Palestina mengatakan, dengan merelokasi kedutaannya, Amerika Serikat telah menciptakan hasutan dan ketidakstabilan di wilayah tersebut dan membatalkan perannya sebagai mediator perdamaian.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
