Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Agustus 2023 | 19.34 WIB

Serangan Drone Terus Incar Moskow, Bandara Sempat Ditutup

Tim penyelamat mengevakuasi korban dari gedung di Kryvyi Rihn yang dirudal Rusia, Senin (31/7). - Image

Tim penyelamat mengevakuasi korban dari gedung di Kryvyi Rihn yang dirudal Rusia, Senin (31/7).

JawaPos.com – Bandara Internasional Vnukovo, Moskow, Rusia, ditutup sementara kemarin (1/8) pagi. Semua jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat dialihkan ke bandara lainnya.

Penutupan dilakukan sementara. Hanya beberapa jam. Tapi sudah cukup menjadi bukti bahwa kini perang merambat ke Rusia seperti ucapan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Kemarin drone Ukraina memang sekali lagi berhasil memasuki ibu kota Rusia, Moskow. Salah satunya mengenai gedung perkantoran yang sudah diserang drone Ukraina pada Minggu (30/7). Kerusakan di gedung tersebut kini kian parah, tapi tidak ada laporan korban luka maupun tewas. Bandara Internasional Vnukovo ditutup akibat serangan drone tersebut.

”Beberapa drone ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara saat mencoba terbang ke Moskow. Satu drone terbang ke menara yang sama di Moskow seperti kali terakhir. Fasad di lantai 21 rusak,” bunyi pernyataan Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin di Telegram.

Arkady Metler, salah seorang penduduk Moskow, menyatakan bahwa dirinya mendengar ledakan cukup keras kemarin. Tapi, tidak ada kepanikan di sekitarnya. Menurut dia, tidak ada yang harus ditakuti karena penduduk tidak bisa berbuat apa-apa selain bersatu.

Namun, Anastasia Berseneva memiliki pemikiran berbeda. Meski tidak panik, dia mulai berpikir untuk pindah dari Moskow.

”Setelah serangan terakhir, semua orang berkata bahwa tempat yang sama tidak akan diserang dua kali. Tapi, ketika kami bangun pagi ini (kemarin, Red), kami terkejut. Saya tidak yakin apakah saya akan pindah atau tidak, tetapi saya berpikir mungkin ya,” ujar perempuan 26 tahun itu seperti dikutip Agence France-Presse.

Moskow dan area sekitarnya hanya berjarak sekitar 500 kilometer dari perbatasan Ukraina. Di awal invasi Rusia ke Ukraina, kota tersebut jarang menjadi target serangan. Namun, tahun ini kota tersebut menjadi target serangan balasan dari Ukraina. Sepekan terakhir sudah empat serangan terjadi di Moskow.

Rusia mengatakan bahwa pihaknya juga telah berhasil melumpuhkan gelombang drone Ukraina lainnya yang ditujukan ke kapal-kapal patroli di Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa Ukraina menyerang kapal patroli Sergei Kotov dan Vasili Bykov dengan tiga drone, tapi tidak berhasil. Serangan itu diduga diluncurkan dari kapal yang berlayar di perairan 340 kilometer barat daya Sevastopol.

Kremlin mengatakan bahwa serangan itu adalah tindakan putus asa Ukraina karena mengalami kemunduran di medan perang. Ukraina memulai serangan balasan Juni lalu, tetapi hanya membuat kemajuan sederhana dalam menghadapi perlawanan keras dari pasukan Rusia di garis depan.

Yang dihadapi tentara Ukraina bukan hanya masalah senjata, melainkan juga faktor lokasi. Sebagai contoh, mereka berhasil merebut kembali Desa Staromayorske di Volnovakha Raion, Donetsk Oblast. Namun, mempertahankan desa tersebut luar biasa sulit. Sebab, rata-rata wilayah yang pernah dikuasai Rusia kini sudah menjadi puing-puing. Sulit untuk dipakai bersembunyi jika pasukan Rusia menyerang dengan misil. (sha/mia/c19/oni/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore