Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Februari 2026 | 01.06 WIB

Ditemukan Tewas Meski Pencarian Sudah Ditutup, Berikut Kronologi Lengkap Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus di Gunung Lawu

Ilustrasi Gunung Lawu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Minetal (ESDM) memastikan Gunung Lawu tidak termasuk dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).  (Istimewa) - Image

Ilustrasi Gunung Lawu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Minetal (ESDM) memastikan Gunung Lawu tidak termasuk dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). (Istimewa)

JawaPos.com - Meski operasi pencarian resmi telah dihentikan sejak akhir Januari, pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus, 26, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Bukit Mitis, sisi barat Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, pada Selasa pagi (10/2). Penemuan ini mengakhiri misteri hilangnya Yazid yang sempat menyita perhatian publik selama hampir satu bulan.

Bagaimana perjalanan kasus hilangnya Yazid hingga ditemukan meninggal dunia?

Dikutip dari Radar Solo, Selasa (10/2), Yazid dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1) saat melakukan pendakian di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu. Ia tidak kunjung kembali ke basecamp hingga siang hari, meski telah ditunggu oleh rekan-rekannya. Informasi kehilangan tersebut pertama kali diterima posko pendakian sekitar pukul 13.50 WIB dari salah satu anggota rombongan.

Berdasarkan hasil klarifikasi, Yazid mendaki bersama tiga rekannya, yakni Salman, Cahya Surya, dan Riyan. Keempatnya berjalan bersama hingga Pos 3 sebelum akhirnya terpisah. Formasi saat itu menempatkan Salman di posisi terdepan, disusul Cahya, kemudian Yazid, sementara Riyan berada paling belakang. Saat dilakukan pengecekan, Yazid sudah tidak terlihat bersama rombongan.

Petugas basecamp bersama tim gabungan langsung melakukan penyisiran jalur dari puncak hingga Pos Sewu. Sejumlah jalur rawan, termasuk area Candi 1–Candi 2 serta Sabit Tap, turut disisir. Namun hingga malam hari, korban belum ditemukan sehingga tim ditarik untuk evaluasi.

Pencarian kemudian diperluas dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Tim menyusuri jalur Mutu Sewu, Pager Dawuh, serta area Candi 2 dengan bantuan alat thermal. Upaya tersebut juga dilengkapi penggunaan drone dari Dinas Komunikasi dan Informatika Karanganyar untuk memantau lembah, jalur terjal, dan alur sungai yang sulit dijangkau.

BPBD Karanganyar bersama Basarnas turut melacak sinyal ponsel, nomor IMEI, hingga perangkat jam tangan pintar yang digunakan Yazid. Radius pencarian diperluas hingga 600 meter dari titik awal hilangnya korban, termasuk wilayah Bukit Mitis di sebelah barat Bukit Mongkrang. Namun, cuaca ekstrem berupa kabut tebal, hujan deras, dan angin kencang kerap menghambat proses pencarian.

Memasuki hari-hari berikutnya, ratusan personel gabungan dikerahkan. Bahkan anjing pelacak (Unit K9) serta teknik vertical rescue digunakan untuk menjangkau tebing curam dan lembah dalam. Di sisi lain, keluarga korban terus menunggu di basecamp dengan harapan Yazid dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Ayah korban, Sapto, menyebut putranya bukan pendaki pemula dan telah beberapa kali mendaki Bukit Mongkrang.

Fakta baru kemudian terungkap. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa Yazid diduga sempat memiliki rencana membuka jalur pendakian baru di sekitar Pos 3. Dugaan tersebut sejalan dengan hasil pelacakan anjing SAR yang mengarah ke sisi kiri jalur pendakian.

Namun, hingga hari ke-13 pencarian, seluruh upaya belum membuahkan hasil. Operasi SAR resmi akhirnya dihentikan pada Sabtu (31/1) setelah dinilai seluruh potensi pencarian telah dimaksimalkan. Meski demikian, relawan dan masyarakat tetap membuka kemungkinan pencarian mandiri.

Hampir sepuluh hari setelah penutupan operasi SAR, kabar duka akhirnya datang. Informasi penemuan jenazah Yazid pertama kali beredar di kalangan relawan pendakian pada Selasa (10/2) pagi. Korban ditemukan di jalur Tapak Nogo yang mengarah ke Bukit Mitis, wilayah dengan medan terjal dan vegetasi lebat.

Relawan Tawangmangu, Sutrisno, membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut jenazah ditemukan oleh rekan dari komunitas Wanadri Bandung.

“Informasi yang kami terima, kemungkinan besar memang Yazid Ahmad Firdaus. Kondisinya sudah meninggal dunia,” ujarnya.

BPBD Karanganyar dan Basarnas langsung berkoordinasi untuk proses evakuasi. Lokasi penemuan disebut cukup sulit dijangkau dan memerlukan waktu sekitar satu jam perjalanan dari titik terdekat. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah rencananya dibawa ke RSUD Karanganyar untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore