
Saat dia berteriak pada seorang polisi perempuan, petugas lain yang berdiri di belakang barisan depan menunjuk dan menembakkan pistol merica bubuk pada perempuan muda itu tepat di wajahnya
JawaPos.com - Menjadi fotografer dalam sebuah unjuk rasa, memang tidak mudah. Mereka boleh mendekat tetapi tidak boleh terlibat, namun terkadang sulit dihindari.
Salah satunya adalah kisah dari Yves Herman dari Reuters, yang berjarak sangat dekat dengan pengunjuk rasa, namun menangkap momen yang sangat bagus. Ini ditangkap pada saat protes kenaikan bahan bakar Prancis.
Dalam beberapa hari terakhir, protes oleh kelompok Rompi Kuning telah menyebar ke Belgia dari Prancis. Herman mengikuti ratusan orang yang berbaris melalui Brussels untuk menuntut harga bahan bakar yang lebih rendah dan kondisi hidup yang lebih baik.
Mereka dihalangi oleh polisi anti huru-hara menggunakan meriam air dan gas air mata. Beberapa orang banyak melemparkan batu dan petasan ke arah mereka.
"Saya bisa melihat polisi kehilangan kesabaran. Jadi saya memilih posisi yang dekat dengan mereka sehingga mereka bisa melihat saya adalah seorang jurnalis yang melakukan pekerjaan saya dan bukan bagian dari protes," katanya dilansir dari Reuters, Selasa (11/12).
Regu polisi mulai mengepung para pengunjuk rasa, mengirim tim untuk menangkap beberapa pengunjuk rasa. Ketika pawai itu diselenggarakan di media sosial tanpa persetujuan dari pihak berwenang, polisi mengambil sikap, siapa pun yang terlibat dapat ditahan dan dibawa pergi. Sebagian besar dengan cepat dibebaskan tanpa biaya.
Ketika seorang pemuda ditangkap, seorang perempuan muda bersamanya bergegas menuju barisan polisi, berteriak bahwa dia tidak melakukan kesalahan apapun. Dia tidak memiliki topeng atau helm dan tidak ada apapun di tangannya. Dia bahkan tidak mengenakan salah satu rompi kuning neon yang diadopsi oleh gerakan itu.
Saat dia berteriak pada seorang polisi perempuan, petugas lain yang berdiri di belakang barisan depan menunjuk dan menembakkan pistol merica bubuk pada perempuan muda itu tepat di wajahnya.
"Foto yang saya ambil secara dramatis menangkap momen dampak cairan putih dan ekspresi kesedihannya," katanya
Dia berbalik menangis dan duduk di jalan, mata dan wajahnya meradang. Herman memiliki botol pencuci mata sebagai bagian dari peralatan keselamatannya sendiri.
"Saya meletakkan kamera saya, memintanya untuk melihat ke atas dan dengan hati-hati menjatuhkan cairan yang menenangkan ke matanya," katanya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
