
Pemimpin Arab, Raja Salman bin Abdulaziz (tengah) berjalan bersama Pemimpin Qatar Sheikh Tamim (dua dari kiri) di Riyadh, November 2015.
JawaPos.com – Bisa dibayangkan keruwetan yang bakal terjadi di kawasan Teluk Persia dengan Qatar sebagai episentrum. Mulai kemarin (5/6) hingga 14 hari ke depan, arus migrasi dari dan ke Qatar harus dilakukan pada saat semua jalur transportasi diblokade.
Warga Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) diperintah pemerintah masing-masing keluar dari Qatar. Sementara itu, penduduk Qatar di negara-negara tersebut juga harus kembali ke negeri mereka.
Padahal, penerbangan dari dan ke Qatar dihentikan mulai hari ini (6/6). Jalur laut dan darat juga ditutup. Penyebab keruwetan itu adalah pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan enam negara kemarin. Dimulai dari Bahrain dan disusul Arab Saudi, Mesir, UEA, Yaman, dan pemerintah Libya wilayah timur.
Kekisruhan di kawasan Teluk tersebut pun berimbas ke Indonesia. Karena Qatar Airways dilarang masuk Saudi, jamaah umrah maupun haji khusus yang menggunakan maskapai Qatar itu pun otomatis kena dampaknya.
Sekjen Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpuh) Anton Subekti menyatakan, maskapai Qatar menjadi pilihan menarik bagi pengelola travel. Sebab, biayanya relatif murah. ”Sebelum Ramadan lalu, saya menerbangkan jamaah umrah menggunakan maskapai ini,” ucapnya di Jakarta kemarin.
Anton menjelaskan, penutupan akses penerbangan Qatar Airways berlaku efektif sejak kemarin. Sehingga potensi gangguan penerbangan umrah terjadi untuk penerbangan kemarin petang sampai kemarin dini hari WIB.
Amphuri, terang Anton, akan memantau kondisi di Bandara Soekarno-Hatta untuk melihat penundaan keberangkatan. Dia juga mengkhawatirkan nasib kepulangan jamaah umrah dari Saudi menuju Indonesia malam ini waktu Jakarta. Sebab, Qatar Airways otomatis tidak bisa menjemput jamaah ke Saudi. Dalam setiap penerbangan, pesawat Qatar Airways mengangkut 320 penumpang.
Anton mengaku sudah menjalin komunikasi dengan perwakilan Qatar Airways di Jakarta. Namun, pihak maskapai belum bisa menjelaskan detail penanganan daruratnya. ”Intinya, pihak maskapai berkomitmen tidak akan merugikan jamaah. Tetapi, teknisnya seperti apa, kami belum diberi tahu,” terangnya.
Menurut Anton, kebijakan memblokade angkasa Saudi untuk pesawat dari Qatar tidak hanya berdampak pada jamaah umrah. Tapi juga berpotensi mengganggu jamaah haji khusus. Dia mengatakan, bulan Syawal depan, seluruh biro travel harus mendaftarkan jamaahnya untuk mendapatkan visa haji. ”Kalau tahu hajinya menggunakan Qatar Airways, kami khawatir tidak bisa dapat visa haji,” ucapnya.
Anton pun berharap Qatar Airways bersedia menyiapkan uang untuk pengembalian DP pembelian tiket pesawat. Dia menyatakan, umumnya pihak travel sudah membayar DP 50 persen.
Pihak Kementerian Agama (Kemenag) belum bersedia mengomentari potensi gangguan umrah maupun haji khusus tersebut. Kasubdit Umrah Kemenag Arfi Hatim mengatakan, urusan penerbangan haji maupun umrah, koordinasinya dengan Kementerian Perhubungan. (Reuters/AFP/BBC/CNN/sha/wan/c5/c11/c9/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
