Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 November 2017 | 17.00 WIB

“Mereka Semua Sudah Mati!” Duka Keluarga Kru Kapal Selam Argentina

NYERI: Kerabat dan rekan 44 awak kapal selam Argentina yang hilang tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka di pangkalan Angkatan Laut Argentina di Mar del Plata, selatan Buenos Aires, Kamis (23/11). - Image

NYERI: Kerabat dan rekan 44 awak kapal selam Argentina yang hilang tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka di pangkalan Angkatan Laut Argentina di Mar del Plata, selatan Buenos Aires, Kamis (23/11).


JawaPos.com – Keluarga dan kerabat dari 44 awak kapal selam Argentina ARA San Juan yang hilang,  meletus dalam kemarahan dan kesedihan setelah AL melepaskan berita tentang ledakan di dekat kapal tersebut.


Mereka menangis dan berteriak marah di lapangan pangkalan Angkatan Laut Argentina di Mar del Plata, selatan Buenos Aires, tempat AL memberikan keterangan pers pada Kamis (23/11) waktu setempat. Beberapa kerabat saling menguatkan dengan memeluk.


Yang lain lemas dan langsung terjatuh ke tanah dan menangis dengan tak terhela. Para pelaut berseragam menangis tak henti. Seorang wanita, kerabat seorang kru, mendekati sekelompok wartawan. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Namun, tangisannya tidak henti.


Sekitar 100 anggota keluarga telah menunggu dengan penuh harapan di dalam pangkalan angkatan laut Mar del Plata sejak sepekan lalu. Pagar keliling pangkalan dihiasi dengan pesan dan doa untuk awak kapal, ada gambar religius, bendera, serta spanduk Argentina.


Keluarga kru, beberapa datang jauh dari luar Buenos Aires, telah berada di pangkalan sejak pencarian udara dan laut multinasional dimulai Kamis (16/11) lalu.


Itati Leguizamon, yang suaminya, Jerman Suarez, bertugas sebagai operator sonar di San Juan, mengatakan kalau petugas AL meminta hanya keluarga dekat yang berkumpul untuk mendengarkan kabar mengenai San Juan.


”Mereka meminta sebagian besar orang untuk pergi dan hanya tinggal keluarga dekat,” katanya. ”Ketika kami mendengar berita bahwa mereka semua meledak, Kami berteriak dan marah. Mereka harus terus mencarinya, karena mereka berkewajiban untuk melakukannya,” katanya.


Kesedihan juga dirasakan Jessica Gopar, istri Fernando Santilli yang menjadi teknisi listrik di atas kapal selam. ”Sekarang saya seorang janda,” kata Gopar yang dilanjutkan dengan tangisan kencang. ”Mereka semua sudah mati!"


”Kami akan berkumpul dan memastikan kami akan mendapatkan keadilan, saya tidak memerlukan sebuah plakat yang mengatakan “Pahlawan San Juan”," katanya sebelum jatuh tertelan air mata.


”Dia adalah cintaku yang hebat, kami berkencan keluar selama tujuh tahun, menikah selama enam tahun, 13 tahun bersama dan sekarang kami memiliki seorang putra, Stefano. Saya mengirim pesan padanya Rabu (15/11). Anak laki-lakinya yang baru berusia satu tahun baru saja belajar untuk mengatakan "Ayah”.”(*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore