
NYERI: Kerabat dan rekan 44 awak kapal selam Argentina yang hilang tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka di pangkalan Angkatan Laut Argentina di Mar del Plata, selatan Buenos Aires, Kamis (23/11).
JawaPos.com – Keluarga dan kerabat dari 44 awak kapal selam Argentina ARA San Juan yang hilang, meletus dalam kemarahan dan kesedihan setelah AL melepaskan berita tentang ledakan di dekat kapal tersebut.
Mereka menangis dan berteriak marah di lapangan pangkalan Angkatan Laut Argentina di Mar del Plata, selatan Buenos Aires, tempat AL memberikan keterangan pers pada Kamis (23/11) waktu setempat. Beberapa kerabat saling menguatkan dengan memeluk.
Yang lain lemas dan langsung terjatuh ke tanah dan menangis dengan tak terhela. Para pelaut berseragam menangis tak henti. Seorang wanita, kerabat seorang kru, mendekati sekelompok wartawan. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Namun, tangisannya tidak henti.
Sekitar 100 anggota keluarga telah menunggu dengan penuh harapan di dalam pangkalan angkatan laut Mar del Plata sejak sepekan lalu. Pagar keliling pangkalan dihiasi dengan pesan dan doa untuk awak kapal, ada gambar religius, bendera, serta spanduk Argentina.
Keluarga kru, beberapa datang jauh dari luar Buenos Aires, telah berada di pangkalan sejak pencarian udara dan laut multinasional dimulai Kamis (16/11) lalu.
Itati Leguizamon, yang suaminya, Jerman Suarez, bertugas sebagai operator sonar di San Juan, mengatakan kalau petugas AL meminta hanya keluarga dekat yang berkumpul untuk mendengarkan kabar mengenai San Juan.
”Mereka meminta sebagian besar orang untuk pergi dan hanya tinggal keluarga dekat,” katanya. ”Ketika kami mendengar berita bahwa mereka semua meledak, Kami berteriak dan marah. Mereka harus terus mencarinya, karena mereka berkewajiban untuk melakukannya,” katanya.
Kesedihan juga dirasakan Jessica Gopar, istri Fernando Santilli yang menjadi teknisi listrik di atas kapal selam. ”Sekarang saya seorang janda,” kata Gopar yang dilanjutkan dengan tangisan kencang. ”Mereka semua sudah mati!"
”Kami akan berkumpul dan memastikan kami akan mendapatkan keadilan, saya tidak memerlukan sebuah plakat yang mengatakan “Pahlawan San Juan”," katanya sebelum jatuh tertelan air mata.
”Dia adalah cintaku yang hebat, kami berkencan keluar selama tujuh tahun, menikah selama enam tahun, 13 tahun bersama dan sekarang kami memiliki seorang putra, Stefano. Saya mengirim pesan padanya Rabu (15/11). Anak laki-lakinya yang baru berusia satu tahun baru saja belajar untuk mengatakan "Ayah”.”(*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
