alexametrics

Covid-19 di Singapura Diprediksi Berakhir Juli, Dunia pada Desember

1 Mei 2020, 06:30:51 WIB

JawaPos.com – Kasus positif Covid-19 di Singapura sudah melampaui angka 16 ribu lebih pada Kamis (30/4). Status semi lockdown juga masih diberlakukan. Situasi krisis ini mendorong sejumlah analisis memprediksi kapan pandemi itu akan berakhir di Singapura.

Sekelompok mahasiswa dari Universitas Teknologi dan Desain Singapura (SUTD) menghitung lewat pemodelan. Mahasiswa SUTD memperkirakan berakhirnya Coronavirus di Singapura akan terjadi pada Juli 2020.

Menurut data yang diambil dari program pengkodean yang digunakan untuk memperkirakan akhir Covid-19 di negara tersebut, diperkirakan bahwa akhir pandemi global di Singapura akan terjadi pada Juli. Data yang memperkirakan kurva siklus pandemi diambil dari sistem pemantauan prediktif, menggunakan kode dari Milan Batista dan informasi dari Our World in Data.

Hanya saja, penelitian ini dilakukan hanya untuk tujuan pendidikan dan penelitian. Sehingga akurasinya masih perlu diteliti lebih lanjut.

“Model dan data tidak akurat untuk realitas yang kompleks, berkembang, dan heterogen dari berbagai negara. Prediksi pada dasarnya tidak pasti,” kata para mahasiswa seperti dilansir dari AsiaOne, Kamis (30/4).

Para mahasiswa lebih lanjut menyatakan agar publik untuk tidak terlalu optimis dengan prediksi itu. Sehingga justru malah membuat semua orang lalai dalam menjaga jarak.

“Nanti jangan sampai mengendurkan disiplin dan kontrol. Sehingga membuat perubahan virus dan infeksi,” jelas mereka. “Kami hanya dapat sepenuhnya berharap terbebas dari virus pada Juli,” tambah mereka.

Hitungan itu juga tidak menyatakan apakah akhir pandemi berarti bahwa tidak akan ada kasus baru setiap hari? Mereka menyebutnya belum tentu.

Sementara itu, dari peneletian mereka akhir dari pandemi Coronavirus untuk dunia diprediksi pada Desember 2020. Hitungan lanjut memprediksi Covid-19 akan berakhir untuk dunia pada 8 Desember. Singapura masih mencatat penambahan kasus virus Korona setiap hari, dengan sebagian besar dari transmisi asrama dan komunitas. Belum terlihat ada penurunan kasus sejauh ini.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads